Ija Tadingta E?

1
214

Nisuratken: Steven Amor Tarigan (Medan)

 

stevan
Anak-anak Sanggar Seni Sirulo saat baru nampil

steven amor 14Kalak Karo sigundari lanai lit sibanci jadi contoh man masyarakat Karo bagepe generasi muda Karo. Eforia masa lalu la banci lepas arah pola pikir Kalak Karo.

Contoh kecil bas Kota Medan ras Pemprovsu. 20 tahun terakhir banci kap siidah piga kalak kin kalak Karo si duduk bas pemerintahan sebagai Kepala Dinas (Kadis).

Lit pemikiren arah diskusi ras teman-teman, kalak Karo e labo mesera nalukenca. Bahan saja Tugu Guru Patimpus Sembiring Pelawi, Tugu Komponis Djaga Depari, ras ban galang gelar Fly Over Jamin Ginting. Nggo me sinek kalak Karo enda, sebab lanai perlu itama ku pemerintahan jadi Kadis.


[one_fourth]pola pikir Kalak Karo e gelah radu ras maju?[/one_fourth]

Arusna kita kalak Karo selaku pendiri Kota Medan lit min baginta bas pemerintahan e. Sijadi masalah sapih kalak Karo pe kita lanai siangkan ras la ersada tujun guna kemajun Taneh Karo Simalem. Uga naring nge perobahisa, sifat/karakter/pola pikir Kalak Karo e gelah radu ras maju?

Nggo ndauh kel kita ketadingen ras etnis sindeban. Bibit penerus kepemimpinan Karo banci kataken nggo nihil/ lanai lit sijadi kebanggaan bersama. Nggo me kita banci rukur salu meteruh ukur, adi robah kin ninta sipergegeh lah kiniresadanta guna kemajun Taneh Karo Simalem.


1 COMMENT

  1. Tulisan SAT ini sangat bagus dan sangat aktual mengangkat persoalan Karo sebagai suku.
    Sumatera Utara adalah daerah asli berbagai suku, dan juga banyak suku pendatang dimana suku Jawa adalah mayoritas. Suku asli terbanyak adalah suku Batak dan suku Mandailing. Kedua suku ini punya daerah ulayat masing-masing yaitu Taput dan Tapsel (ex kresidenan Tapanuli). Karo, Melayu dan Simalungun mendiami Sumtim sebagai daerah ulayatnya. Pakpak punya Dairi dan sekarang ada Pakpak Barat yang tadinya masuk Dairi. Pakpak Barat adalah tempat pelarian atau penyisihan orang Pakpak dari Dairi yang sekarang telah didominasi oleh orang Batak. Pakpak adalah penduduk asli Sumut yang paling kecil jumlahnya diantara semua suku-suku Sumut.

    Suku Nias di pulau Nias yang sudah akan jadi propinsi sendiri. Nias dan Protap adalah dua calon propinsi yang sudah sisetujui DPR. Usulan propinsi Tapsel, Aslab dan propinsi Karo masih dalam tahap perjuangan masing-masing. Tadinya ada usul propinsi Sumtim oleh orang Karo, Melayu dan Simalungun pada th 50-60 an. Tetapi usul ini kemudian hilang berangsur karena adanya usul Aslab dari orang Melayu yang tadinya jadi unsur penting propinsi Sumtim. Dan Simalungun dan Pakpak mau kemana atau masuk propinsi mana. Geografi daerah mereka ini dan juga kulturnya jadi penghalang utama bagi dua suku ini untuk bikin propinsi sendiri maupun ikut propinsi lain. Simalungun tidak mau ikut Protap, begitu juga Pakpak.

    Karo cukup luas daerahnya maupun penduduknya bikin propinsi sendiri, tetapi harus dimekarkan dulu supaya bisa bikin propinsi, seperti kab Karo, Langkat Hulu, Deli, Dairi Karo, Singalorlau, Laubaleng/Mardinding dan juga kota Berastagi dengan catatan bahwa Berastagi bisa dimekarkan hanya kalau ada propinsi Karo. Kalau tidak hanya akan menyerahkan Berastagi kepada pendatang. Dan ini tak disukai oleh orang Karo atau pantang bagi existensi dan survival Karo, kulturnya dan daerahnya.

    Suku Pakpak dan suku Simalungun secara kultur dekat dengan Karo, bahasa Pakpak misalna ada 60-70% punya perbendaharaan kata yang sama (dalam hal bahasa ini juga antara Karo dengan Alas di propinsi Aceh Tenggara).

    Usulan yang belum ada ialah propinsi KASIP (Karo, Alas, Simalungun, Pakpak). Geografis semua berdekatan dan dari segi kulur/bahasa juga dekat. Disini tak ada pembatakan atau penggolongan siapa masuk siap seperti yang dipaksakan oleh pemerintah kolonial dulu. Tiap suku sederajat, duduk sama rendah dan berdiri sama tinggi.

    MUG

Leave a Reply