Kolom M.U. Ginting: PROPINSI KASIP

0
212
propinsi 1
Sanggar Seni Sirulo

M.U. GintingTulisan Steven Amor Targian ini sangat bagus dan sangat aktual mengangkat persoalan Karo sebagai suku.

Sumatera Utara adalah daerah asli berbagai suku, dan juga banyak suku pendatang dimana suku Jawa adalah mayoritas. Suku asli terbanyak adalah suku Batak dan suku Mandailing. Kedua suku ini punya daerah ulayat masing-masing yaitu Taput dan Tapsel (ex Keresidenan Tapanuli). Karo, Melayu dan Simalungun mendiami Sumtim sebagai daerah ulayatnya. Pakpak punya Dairi dan sekarang ada Pakpak Barat yang tadinya masuk Dairi. Pakpak Barat adalah tempat pelarian atau penyisihan orang Pakpak dari Dairi yang sekarang telah didominasi oleh orang Batak. Pakpak adalah penduduk asli Sumut yang paling kecil jumlahnya diantara semua suku-suku Sumut.

Suku Nias di Pulau Nias yang sudah akan jadi propinsi sendiri. Nias dan Protap adalah dua calon propinsi yang sudah disetujui DPR. Usulan Propinsi Tapsel, Aslab dan Propinsi Karo masih dalam tahap perjuangan masing-masing.

Tadinya ada usul Propinsi Sumtim oleh orang Karo, Melayu dan Simalungun pada tahun 1950-60an. Tetapi, usul ini kemudian hilang berangsur karena adanya usul Aslab dari orang Melayu yang tadinya jadi unsur penting Propinsi Sumtim.

Simalungun dan Pakpak mau ke mana atau masuk propinsi mana? Geografis daerah mereka dan juga kulturnya jadi penghalang utama bagi dua suku ini untuk bikin propinsi sendiri maupun ikut propinsi lain. Simalungun tidak mau ikut Protap, begitu juga Pakpak.


[one_fourth]Berastagi bisa dimekarkan hanya kalau ada Propinsi Karo[/one_fourth]

Karo cukup luas daerahnya maupun penduduknya untuk bikin propinsi sendiri, tetapi harus dimekarkan dulu supaya bisa bikin propinsi, seperti Kabupaten Karo, Kabupaten Langkat Hulu, Kabupaten Deli, Kabupaten Dairi-Karo, Kabupaten Singalorlau, Kabupaten Laubaleng/Mardinding dan juga Kota Berastagi dengan catatan bahwa Berastagi bisa dimekarkan hanya kalau ada Propinsi Karo. Kalau tidak, hanya akan menyerahkan Berastagi kepada pendatang. Ini tak disukai oleh orang Karo atau pantang bagi existensi dan survival Karo, kulturnya dan daerahnya.

Suku Pakpak dan suku Simalungun secara kultur dekat dengan Karo. Bahasa Pakpak misalnya, ada 60-70% punya perbendaharaan kata yang sama (dalam hal bahasa ini juga antara Karo dengan Alas di Kabupaten Aceh Tenggara).

Usulan yang belum ada ialah Propinsi KASIP (Karo, Alas, Simalungun, Pakpak). Geografis semua berdekatan dan dari segi kulur/bahasa juga dekat. Di sini tak ada pembatakan atau penggolongan ‘siapa masuk siapa’ seperti yang dipaksakan oleh pemerintah kolonial dulu. Tiap suku sederajat, duduk sama rendah dan berdiri sama tinggi.


Leave a Reply