Petani Jagung vs Petani Pepaya Tentang Erupsi Sinabung

0
154
retina 2
Foto: NGGUNTUR PURBA

retinaRETINA GINTING. LAUBALENG. Warga masyarakat di Kecamatan Laubaleng (Kabupaten Karo) dan Kecamatan Tanah Pinem (Kabupaten Dairi) memang turut menyedihkan pendertiaan warga kaki Gunung Sinabung akibat seringnya gunung itu mengalami erupsi. Namun, di lain pihak, mereka menerima dengan rasa syukur atas tebaran abu vulkanik menimpa tanah pertanian mereka.

Sebagian besar warga kedua kecamatan itu menerima abu vulkanik sebagai anugerah yang menyuburkan lahan pertanian mereka.

“Gunung Sinabung sedang bagi-bagi pupuk dolomit,” demikian seseorang terdengar berkata di sebuah warung kopi Lau Baleng saat Sinabung mengalami erupsi sore tadi [Rabu 16/2: 17.00 WIB].

Kesan seperti itu terutama sekali bagi para petani jagung yang sangat membutuhkan zat-zat yang terkandung di abu vulkanik yang dihembuskan oleh Guntung Sinabung. Sebagian besar petani Kecamatan Laubaleng dan Kecamatan Taneh Pinem adalah petani jagung.

Namun lain halnya bagi petani kebun kates (pepaya). Para petani kebun kates mengeluhkan tebaran abu vulkanik Gunung Sinabung karena mengakibatkan daun kates rusak dan menguning akibat abu tersebut.


Leave a Reply