Posisi Masing-masing (KPK vs Polri)

1
169

Oleh: Daud S. Sitepu (Papua)

 

bernita sembiring
Bernita S. Depari saat tampil bersama Sanggar Seni Sirulo di Hotel Tiara (Medan) dalam penutupan sebuah seminar lingkungan hidup internasional.

daud  sitepuPengawalan besar rumah Budi Gunawan oleh polisi bisa jadi karena ada ancaman seperti demo-demo. Dianggap berlebihan juga bisa saja, tergantung dari sudut mana dilihat. Jika kepolisian melihatnya serius bisa jadi lebih ketat dengan jumlah penjaga yang lebih banyak lagi. Lebih penting lagi sebenarnya adalah sinergi KPK dengan Kepolisian dalam memberantas korupsi.

Hal menarik dalam praperadilan antar KPK dengan Budi Gunawan adalah pembuktian alat bukti dari kedua belah pihak. KPK tidak bisa membuktikan seperti yang disangkakan. Bahkan saksi-saksi yang ditampilkan dalam pengadilan sepertinya tidak bisa menguatkan dugaan-dugaan disangkakan. Hal ini dapat disaksikan jutaan mata pemirsa televise yang sering menampilkan jalannya sidang dan ulasan-ulasan para pakar dari berbagai bidang ilmu.


[one_fourth]ada kepentingan pribadi di dalamnya?[/one_fourth]

Para pakar malah lebih ramai di televisi bak artis tenar dengan segala komentar. Saya melihat, kejadian ini menimbulkan juga pertanyaan terhadap KPK apakah mereka ini murni dalam bertindak memberantas korupsi. Atau, ada kepentingan pribadi di dalamnya? Misalnya, mengejar jabatan, kekuasaan atau kepentingan yang tidak terlihat. Mungkin juga sekedar popularitas.

Kejadian-kejadian ini menimbulkan istilah baru yaitu kriminalisasi KPK. Apa iya?

Jika memang person KPK ada masalah hukum, tidak bisa dituduhkan begitu saja. Kadang, untuk menarik simpatisan atau katakanlah bahwa kita benar dengan cara isue kriminalisasi. Tentu saja semua itu perlu dibuktikan dan lewat pengadilan pula karena di sana lah tempat pencari keadilan dan pembuktian diputuskan. Semoga juga di pengadilan benar-benar fair.

Kembalilah ke posisi masing-masing dan bersinergi bangun NKRI ini. Semuanya hebat!


1 COMMENT

Leave a Reply