Obama Tolak Istilah ‘Islam Radikal’

1
173


[one_fourth]Laporan: Randall Lazuari (New York) & Loreta Karosekali (Amsterdam)[/one_fourth]

obama 2Pemerintahan Obama sangat menghindari penggunaan istilah ‘Muslim ekstrimisme’ sepanjang konferensi tiga hari berturut-turut tentang Ekstrimisme yang baru saja berakhir di New York. Ini mereka lakukan karena Pemerintah Amerika Serikat tidak mau putus hubungan dengan kelompok-kelompok Muslim karena kelompok-kelompok Muslim sangat dibutuhkan untuk bekerjasama menemukan sejak dini kemungkinan serangan.

Pertemuan ini ternyata dihadiri oleh banyak pemimpin Muslim dan juga Walikota Rotterdam (Belanda) Ahmed Aboutaleb yang juga seorang Islam. Konferensi ini dikhususkan untuk kota-kota dimana sebagian besar warganya adalah Muslim tapi punya keinginan untuk mencegah meningkatnya radikalisasi kelompok Muslim. Serangan dari kaum pejuang jihad di Boston, Ottawa, Sydney, Brussels, Paris dan Kopenhagen baru-baru ini dianggap punya pertalian satu sama lain, sedangkan ISIS dan Boko Haram semakin aktif di banyak negara.

“Bagi kami, terminologi sangat penting. Karena itu, penggunaan kata ‘Islam radikal’ kami pikir tidaklah baik,” kata Riham Osman, juru bicara Muslim Public Affairs Council di Amerika Serikat, yang juga hadir dalam konferensi itu.


[one_fourth]mengikuti ‘panggilan dari dunia kematian[/one_fourth]

Obama lebih suka mengikuti Perdana Menteri Australia Abbott yang menganggap ISIS adalah sebuah ritual (cult) kematian yang mengikuti ‘panggilan dari dunia kematian’. Perdana Menteri Inggris Cameron kemudian menggunakan istilah yang diucapkan oleh PM Australia itu.

“Kita tidak mau menerima bahwa ISIS sedang melancarkan perang suci demi Islam. Itu bohong. Barat tidak sedang berperang dengan Islam. Mereka bukan pemimpin agama yang manapun. Mereka adalah teroris,” kata Obama [Rabu 18/2].

Kemarin [Jumat 20/2], pada penutupan konferensi, Obama meminta delegasi Islam dari 65 negara serta seluruh dunia untuk tidak menggunakan sekalipun istilah “memerangi Islam”.

Amatan Sora Sirulo di beberapa negara Eropah, terjadi peningkatan kekhawatiran terhadap banyaknya orang-orang di Eropah yang hendak menggabungkan diri dengan ISIS atau gerakan lain yang mengatasnamakan Islam. Kekhawatiran ini bukan hanya di kalangan orang-orang non Muslim tapi juga dari para Muslim yang tinggal di Eropah.

Kekhawatiran di Eropah

Baru saja sehari ‘Hulp Lijn” dibuka di Belanda, ada sekitar 140 orangtua Muslim menelepon untuk meminta bantuan apa yang mereka harus lakukan mengantisipasi agar anak mereka tidak menjadi ‘korban’ sebagaimana telah terjadi pada beberapa remaja di Belanda, Belgia dan Jerman yang berangkat ke Suriah untuk bergabung dengan ISIS atau kelompok yang mengatasnamakan perjuangan Islam.

Kekhawatiran terutama sekali meningkat setelah tertangkapnya seorang gadis Arab asal Belanda di Turki dalam perjalanan menuju Suriah untuk bergabung dengan ISIS. Gadis ini masih berusia 15 tahun sehingga bisa dikatakan masih anak-anak.

Menurut penuturan ibunya di televisi, semula dia memang agak liar dan malas sekolah tapi tidak bisa dikatakan nakal apalagi jahat. Tiba-tiba saja gadis itu menjadi seorang muslimah yang sangat taat, rajin sembahyang dan suka mendiskusikan ayat-ayat Quran.

t
[one_fourth]tidak kusangka kalau suatu saat dia pergi menuju Suriah[/one_fourth]

“Wah, ini sebuah pertanda sangat bagus, pikirku, dan aku sangat senang dengan perubahan prilakunya. Sedikit pun tidak kusangka kalau suatu saat dia pergi menuju Suriah tanpa mengatakannya kepada kami sama sekali,” tutur ibu itu di televisi dengan wajah yang sengaja digelapkan agar tidak dikenali oleh publik.

Setahun lalu, seorang pemuda dari Belgia dijemput oleh ayahnya sendiri langsung ke Suriah. Dia berangkat ke Suriah untuk bergabung dengan ISIS tanpa memberitahu ayahnya yang orang Belgia asli dan ibunya yang berasal dari Afrika beragama Islam. Dengan berbagai cara yang bisa jadi menarik untuk difilmkan, ayahnya berhasil menemukannya di Suriah dan melarikannya pulang ke Belgia. Dari pengakuan pemuda ini, sangat lain kenyataan yang dialaminya di Suriah dari apa yang dia bayangkan.

Kini, pemuda itu menjadi saksi utama di pengadilan Belgia untuk membuktikan adanya gerakan mempengaruhi para remaja di Eropah untuk berjuang bersama ISIS.


1 COMMENT

  1. Yang lebih menakjubkan ialah orang-orang yang merekruit mereka in pastilah orang-orang pandai dan banyak duit juga. Tetapi tidak pernah ada perhatian ke tukang rekruit ini. Ini juga tentu sangat menarik mengapa tak ada perhatian kesitu. Apakah ahli recruitment ini pandai bersembunyi melombai BIN? Keadaan yang sama ialah recruitment calo pengedar narkoba dan jadi pencandu narkoba.yang sudah sampai ke anak-anak SD SMP. Sekiranya BIN yang hebat itu dikerahkan kekuatannya cari tukang rekruit yang rahasia itu, hasilnya pasti lebih baik bagi rakyat negeri ini dari pada memata-matai rakyat atau para presiden dunia seperti yang dibongkar Snowden.

    MUG

Leave a Reply