Prof. Dr. Paham Ginting Ketua HMKI Kabupaten Karo

1
444

bunuraya 5hmki karo 3BERNARD PANGARIBUAN. BERASTAGI. Ketua Umum DPP Himpunan Masyarakat Karo Indonesia (HMKI) Letjen Purn. Amir Sembiring melantik Kepengurusan DPC Khusus HMKI Kabupaten Karo di Hotel Orri (Berastagi) [Sabtu 21/2]. Dalam kesempatan itu, Josep Tarigan menggelar pameran budaya dan alat-alat budaya Karo Tempoe Doeloe. Bank Sumut Cabang Kabanjahe dipimpin oleh Armin Sinukaban mementaskan tarian tradisional dari seluruh etnis di Sumatera Utara.

DPD HMKI Kabupaten Karo ini dipimpin oleh Prof. Dr. Paham Ginting dengan dukungan 50 personil yang masuk dalam daftar pengurus. Diantaranya adalah Akor Ginting, Robert Sad Sinuhaji, Josep Tarigan, Suka Ginting, Amy Suhaimy Tarigan, Reken, Berlian Tarigan, Jikonia Barus, Sudarmin Perangin-angin, Serimita br Karo, Herman Sembiring, Rahmad Purba, dan Milap Purba. Mia beru Tarigan yang hadir mewakili Dinas Pendidikan Pemkab Karo sekaligus bertindak sebagai dirigen memimpin seluruh peserta menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.

hmki karo 4
Mia beru Tarigan foto bersama Alimin Ginting (paling kiri), Keriting Ginting (paling kanan) dan Amir Sembiring (nomor 2 dari kanan)

Acara pelantikan disaksikan tamu undangan yang diantaranya adalah Bupati Karo (Terkelin Brahmana), Kapolres Tanah Karo (AKBP Viktor Togi Tambunan) serta beberapa tokoh masyarakat Karo termasuk akademisi, dan tokoh adat/ budaya Karo. Diantaranya Alimin Ginting, Sipken Ginting (keduanya dari Jakarta), Kriting Ginting, Simon Sembiring, Sumbul Depari, H. Saleh Bangun, Jidin Ginting, John Karya Sukatendel, Mansur Ginting, Kamto, Sadarta Bukit, Simon Perangin-angin, Kasat Binmas Polres Tanah Karo AKP Satria Sembiring, Kapolsekta Berastagi Kompol JM Sagala, Pengurus Kompak Pers Karo serta beberapa anggota DPRD Sumut dan DPRD Kabupaten Karo dan Yayasan Sumber Terang Kasih Kabanjahe.

Amir Sembiring mengucapkan selamat atas pelantikan Pengurus Khusus Daerah Kabupaten Karo. Dia mengharapkan agar kepengurusan ini membawa angin segar bagi masyarakat Karo sebagai wilayah khusus yang penuh dengan kebutuhan program yang spesifik apalagi dengan desas-desus jeleknya keberadaan Kabupaten Karo sehubungan dengan selentingan maraknya penyakit sosial berupa Judi, Narkoba dan HIV/ AIDS.


[one_fourth]Semoga perubahan ini membawa kabar baik pada sektor wisata[/one_fourth]

“Saya berharap, kepengurusan HMKI Khusus Tanah Karo dapat mengubah image masyarakat luar Tanah Karo akan situasi dan kondisi Tanah Karo apakah dirasuki hal yang buruk atau jelek. Semoga perubahan ini membawa kabar baik pada sektor wisata di Tanah Karo khususnya kota Berastagi serta objek-objek wisata lainnya seperti air terjun Sipiso-piso, Pantai Danau Toba di Tongging, Taman Simalem Resort Merek, dan rumah adat Karo di Lingga,” ujar Amir dengan penuh antusias dan harap.

Hal senada disampaikan Bupati Karo Terkelin Brahmana. Dia berharap HMKI menjadi pelopor pembangunan serta pelestarian adat dan budaya Karo bagi seluruh elemen masyarakat Karo khususnya para generasi muda agar tetap cinta adat/budaya Karo sepanjang masa. Ini hanya dapat dilakukan dengan mengawal program-program Musrenbang di tingkat desa, kecamatan dan puncaknya di Musrenbang Kabupaten Karo. Diperlukan perhatian khusus dari kepengurusan HMKI sampai berada di tingkat kecamatan dan pedesaan.

“Selain itu, diperlukan pendampingan advokasi HMKI di tengah-tengah masyarakat awam di pedesaan menuju masyarakat yang maju dan sejahtera dengan ketaatan pada Tuhan Yang Maha Kuasa agar menjaga budaya Karo,” ujar Terkelin.

hmki karo 2

Acara pelantikan dipadukan dengan Sarasehan Ilmiah dari kalangan tokoh akademisi dan adat budaya Karo tentang apa dan bagaimana etnis Karo sesuai dnegan Thema “Peran HMKI untuk meningkatkan Pembangunan dan Kesejahteraan masyarakat di Tanah Karo Simalem”. Sebagai nara sumber adalah Prof. Dr. Sukaria Sinulingga, Prof. Dr. Meneth Ginting MADE, Letjen Purn. Amir Sembiring. Berlian Tarigan dan Roy Fachraby Ginting bertindak sebagai moderator.


1 COMMENT

  1. HMKI terlihat semakin serius menangani tema ‘Karo’. Tema ini sangat besar karena meliputi seluk beluk keidupan, way of thinking dan filsafat hidup serta dialektikanya yang sudah sangat tinggi, manusia Karo sebagai satu suku tertua di Sumatra dan di Indonesia. Suku dan kultur Karo sudah berumur 7400 tahun. Karena itu kegiatan HMKI ini harus dapat penghargaan dari kita semua orang Karo. Kita mengharapkan keaktifan, ide-ide dan trobosan-trobosan baru dari HMKI dalam menyambut dan mendorong perkembangan Karo, manusianya dan daerahnya.

    MUG

Leave a Reply