Batu Pertama Menara 125 Tahun Injil ke Karo

0
276
Menara GBKP
Bupati Karo saat meletakkan batu pertama

ngguntur purbaNGGUNTUR PURBA. KABANJAHE. GBKP membangun Menara ‘125 Tahun Injil Masuk ke Taneh Karo’, ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Bupati Karo Terkelin Brahmana SH, Sekdakab Karo dr. Saberina MARS, Plt. Ketua Moderamen Pdt. Erick J. Barus MTh, Ketua Panitia Pembangunan Menara Ir. Budi D. Sinulingga dan salah seorang perwakilan dewan penasehat. Peletakan batu pertama ini diadakan di Kompleks GBKP Kota, Kabanjahe [Jumat 27/2].

Pembangunan menara ini terkait dengan dua kegiatan penting GBKP yakni Sidang Sinode di Retreat Centre  Sukamakmur [11-17 April 2015] dan Jubileum 125 Tahun Masukny Injil ke Tanah Karo di Stadion Samura (Kabanjahe) [18 April 2015].

Peletakan batu pertama Menara GBKP diawali Kebaktian yang dipimpin oleh Pdt. Erick J. Barus MTh. Di dalam khotbahnya, ia menyampaikan bahwa penyelenggaraan Sidang Sinode dan Jubileum 125 Masuknya Injil ke Tanah Karo adalah dalam rangka melaksanakan Tri Tugas panggilan gereja; yakni persekutuan dan pelayanan dengan agenda utama evaluasi pelayanan GBKP selama 5 tahun berjalan, menyusun program pelayanan GBKP 5 tahun ke depan, pemilihan Moderamen GBKP untuk 5 tahun ke depan, peringatan masuknya injil ke Suku Karo (Jubileum ke-125 tahun).

[one_fourth]pelestarian Buluhawar sebagai tempat masuknya injil[/one_fourth]

Ada empat hal yang ingin dicapai melalui Jubileum ini, yaitu pembangunan Menara GBKP, pendirian shelter GBKP untuk penderita HIV/AIDS dan Narkoba, peningkatan kualitias lembaga-lembaga pendidikan khususnya sekolah-sekolah yang dikelola oleh GBKP dan pelestarian Buluh Awar sebagai tempat pertama sekali masuknya injil ke Taneh Karo.

“Diharapkan Menara GBKP yang dibangun dapat membangun dan meningkatkan spiritual masyarakat Kota Kabanjahe untuk lebih ingat akan Tuhan,” ujar Pdt. Erick Barus.

Menara GBKP 2Bupati Karo Terkelin Brahmana SH dalam sambutannya mengingatkan panitia bahwa pembangunan fisik bukan yang utama. Menurut, terpenting adalah pembangunan mental agar umat GBKP di Taneh Karo semakin mengkhayati apa yang diajarkan Yesus dalam kehidupan sehari-hari. Dia berpesan agar semua tokoh agama, gereja dan masyarakat berpartisipasi aktif dalam menghadapi berbagai krisis dan tantangan kehidupan sehari-hari sehingga tidak mudah terpancing oleh isu-isu yang bisa memecah belah masyarakat dan senantiasa mendukung program pembangunan pemerintah daerah.

“Saya berharap pembangunan menara ini betul-betul digunakan seperti yang disampaikan bapak pendeta tadi, yaitu meningkatkan spriritual masyarakat Kota Kabanjahe. Bukan seperti ketika saya bersekolah di sini, dimana bunyi lonceng lebih sering menandakan adanya jemaat GBKP yang meninggal,” ujar Terkelin.

Sekdakab Karo dr. Saberina MARS dalam sambutannya meminta agar panitia tetap saling bergandengan tangan dan percaya kepada Tuhan bahwa setiap masalah pasti ada solusinya, terutama menghadapi masalah dana pembangunan menara. Dia berharap, dengan adanya menara ini, Taneh Karo dapat lebih maju lagi.

Ketua panitia pelaksana pembangunan menara GBKP Ir. Budi D. Sinulingga dalam laporannya menyatakan, menara GBKP akan dibangun setinggi 38 meter di kompleks GBKP Kabanjahe dan memakan biaya Rp. 2,5 M. Menara ini akan berfungsi untuk pendidikan agama luar sekolah yang diharapkan dapat meningkatkan nilai keagamaan Kristen dan kebudayaan Karo.


Leave a Reply