Dialog Pemakzulan Gubsu Gatot Pudjonugroho

1
234

formad 1steven amor tariganSTEVEN AMOR TARIGAN. MEDAN. Forum Masyarakat Peduli Sumatera Utara (FORMAD SUMUT) melaksanakan dialog antar etnis [Kamis 5/3] di Medan Clubs (Medan) dengan thema : “Mengawal Kinerja Pemerintahan Provinsi Sumatera Utara.” Keseluruhan gagasan yang disampaikan oleh para narasumber mengarah kepada rekomendasi untuk pemakzulan Gubernur Sumatera Utara Gatot Pudjonugroho.

Panitia dialog diketuai oleh drs. H. Datuk M. Subandi BSc didampingi oleh sekretaris sekaligus menjadi moderator Roy Fachraby Ginting SH MKn dengan menghadirkan narasumber diantaranya H.M. Kamaluddin Lubis SH, Dr. Ir. Budi D. Sinulingga MSi, Dr. Kasim Siyo MSi, drs. S.I.S. Sihotang MSi, Syarifuddin Siba SH MHum, Dr. Eron Damanik, dan Ali Yusran Gea SH MKn.

Dalam pemaparannya, para narasumber mengutarakan tentang kinerja Gubernur Sumatera mulai dari yang positif hingga yang negatif. Secara umum dialog mengarah kepada opini pemakzulan Gubernur Sumatera Utara.

Seperti yang diutarakan oleh seorang tokoh, yaitu Bapak Darma Indra Siregar : “Harus ada gerakan untuk menggulingkan Gubsu.”


[one_fourth]dia harus mundur atau diguling-kan[/one_fourth]

Hal senada juga disampaikan oleh mantan Walikota Medan Bachtiar Djafar : “Segala perbuatan atau kinerja pemimpin harus dilandasi oleh moralitas, mental, dan akhlak. Jika pemimpin tidak memilikinya, dia harus mundur atau digulingkan.”

Turut juga hadir beberapa tokoh mulai dari kelompok buruh, kelompok tani, Eksponen 66, pers, dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Semua sepakat merealisasikan proses riil pemakzulan Gubernur Sumatera Utara.


[one_fourth]Gerakan Rakyat Sumatera Utara untuk Pemakzulan Gubernur Sumatera Utara[/one_fourth]

Ada hal yang menarik atas kehadiran seorang aktivis Karo Julianus Sembiring. Dia mengkritik keras moderator dan menuntut mengganti bunyi teks di spanduk agar ditambahkan kalimat “Gerakan Rakyat Sumatera Utara untuk Pemakzulan Gubernur Sumatera Utara”.

“Kiranya forum ini tidak hanya sekedar opini namun harus ada realisasi yang konkrit. Jangan nanti di tengah jalan satu per satu mundur karena alasan tertentu,” serunya.

Hingga Pkl. 14.42 Wib, peserta dan para undangan masih tampak antusias mengikuti seluruh acara yang disajikan oleh panitia FORMAD SUMUT.


1 COMMENT

  1. “dia harus mundur atau diguling-kan”, lantas digantikan oleh orang Batak atau Mandailing yang menjadi saingan berat orang Karo dalam ethnic competition yang sangat ‘dahsyat’ di Sumut. Orang-orang Karo ini sangat bodoh mau digunakan oleh saingannya sendiri. Kalau pintar gubsu harus digantikan oleh orang Karo, kalau tidak NO WAY.
    Orang Karo, Jangan mau dibodohi oleh etnis Sumut lain! Mau ikut pembatakan saja kan sudah kekalahan yang sangat mematikan. KBB adalah penyelamat! Gatot bukan musuh atau saingan terdepan orang Karo dalam ethnic competition Sumut.

    MUG

Leave a Reply