Kolom M.U. Ginting: PRESIDEN WAJAR

0
243

M.U. Ginting jose 1Presiden Uruguay Jose Mujica dijuluki macam-macam; Orang Radikal, Presiden Paling Miskin, dsb. Tetapi Jose bilang, dia sebenarnya orang normal saja, dan ingin hidup normal. Tetapi, anehnya, malah yang normal dianggap tak normal.

“Saya diberi gaji lebih dari apa yang saya butuhkan,” katanya.

Karena itu, 90% dari gajinya tiap bulan didonasikan, diberikan kepada yang membutuhkan. Rumahnya di luar kota, satu tingkat biasa, mobilnya VW Kodok dari Tahun 1987. Ketika perpisahan terakhir Oktober lalu, keluar dari istana kepresidenan umur 79 tahun, dia pulang dengan VW Kodoknya.

Masih terus bekerja di rumah, bersihkan pekarangan, dsb.

“Saya tidak ingin kayak orang pensiunan, duduk lama di satu sudut kamar bikin memoir. No way,” dia bilang.

Tahun 60an, dia salah satu pemimpin gerakan revolusioner sosialis/ Marxis disebut Tupamaros (Nama berasal dari pemimpin pemberontak terakhir Indian Maya Tupac Amaru melawan kolonial Spanyol). Mujica berulang kali keluar masuk penjara ketika Uruguay di bawah rezim diktator militer.

The world will always need revolution. That doesn’t mean shooting and violence. A revolution is when you change your thinking. Confucianism and Christianity were both revolutionary,” kata Mujica.


[one_fourth]berarti masih harus di-Revolusi-Mental[/one_fourth]

Kita jadi teringat Revolusi Mental Jokowi. Revolusi ‘shooting and violence‘ memang sudah harus dimuseumkan. Yang masih ada seperti ISIS, Boko Haram, atau revolusi tipe Putin, hanya sisa-sisa era lalu. Sekarang, masalah apa saja yang menyangkut soal-soal kemanusiaan sudah bisa diselesaikan dengan dialog, diskusi atau debat ilmiah. Kalau masih belum percaya soal ini, berarti masih harus di-Revolusi-Mental.

“Obama orang baik,” kata Jose Mujica.

“Tetapi Obama selalu terikat kaki dan tangannya, karena dia harus selalu menyesuaikan diri diantara berbagai kepentingan,” katanya menjelaskan.

Kepentingan yang berdominasi, katanya, ialah kepentingan pasar. Manusia sekarang dikontrol oleh pasar. Padahal, mestinya, manusia yang mengontrol pasar. Dunia bukan ekologis tapi politis. Tetapi politikus yang diangkat untuk menyelesaikan soal, ternyata tak mampu menyelesaikannya.

jose 2Salah satu kontraversi Jose Mujica ialah membebaskan narkotika cannabis. Kata dia, lebih gampang mengontrolnya. Pembebasan ini sangat menggembirakan drug-traffickers, karena merekalah yang lebih bebas gampang bikin kontrol, punya kekuasaan lebih besar karena lebih banyak duitnya, dan bebas pula.

Kontraversi Jose Mujica ya, itu, dalam kenyataan hanya ilusi kalau ingin mengontrol orang atau organisasi yang lebih berkuasa karena lebih banyak duitnya. Pejebat negara jadi lemas tak berjiwa di hadapan duit banyak.

Bali Nine di Indonesia adalah lambang kekuasaan narkoba. Krisis Narkoba negeri ini adalah pernyataan perang rakyat era modern melawan kekuasaan ini. Melumpuhkan Bali Nine berarti lebih mendekatkan kemenangan perang rakyat. Sikap dan politik yang sebaliknya hanya akan menuju kekalahan perang rakyat.



Leave a Reply