DPR RI Akan Dorong Presiden Perhatikan Karo

0
166
sinabung 5
Saat Sinabung meletus memuntahkan lahar pijar dan awan panas Foto: Ngguntur Purba)

ngguntur purbaNGGUNTUR PURBA. JAKARTA. Bupati Karo Terkelin Brahmana SH dan Keluarga Besar Karo Institut Teknologi Bandung (KBK ITB) yang diketuai oleh Arya Sinulingga mendatangi Ketua DPR RI meminta dukungan dari DPR RI dalam penanganan permasalahan pasca bencana erupsi Gunung Sinabung. Bupati Karo disertai Sekdakab Karo dr. Saberina MARS, Kepala BPBD Kabupaten Karo, Kepala Bappeda Kabupaten Karo dan Tim KBK ITB diterima langsung oleh Ketua DPR RI Setya Novanto didamping Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah di Gedung DPR RI, Senayan (Jakarta) [Kamis 5/3].

Bupati Karo menyampaikan kedatangan mereka untuk melaporkan kondisi terkini Kabupaten Karo selama bencana Gunung Sinabung hingga saat ini. Dia mendesak Pemerintah Pusat segera merelokasi korban erupsi Sinabung. Dalam pemaparannya, Terkelin Brahmana menggambarkan bagaimana bencana Sinabung telah menyebabkan penurunan produktivitas pertanian sekitar 30an persen. Bidang pariwisata bahkan mengalami penurunan sampai 49 persen.

Pukulan terhadap andalan Karo, baik pertanian maupun pariwisata, membuat pertumbuhan Kabupaten Karo sejak terjadinya bencana Sinabung menurun sampai 40 persen. Penurunan ini membuat menurunnya pula kualitas pendidikan. Tahun 2013 dan 2014, siswa Karo yang melanjutkan ke jenjang S1 menurun sampai 70 persen. Siswa mengalihkan pendidikannya ke jenjang D3. Ini terutama akibat penduduk Kabupaten Karo menurun produktivitasnya.


[one_fourth]Pemerintah hanya memperha-tikan pengungsi[/one_fourth]

“Di sinilah tidak adanya perhatian Pemerintah Pusat terhadap masyarakat Karo. Pemerintah hanya memperhatikan pengungsi Sinabung yang memang tidak lagi bisa menempati desanya untuk melanjutkan hidup mereka,” kata Terkelin.

Selanjutnya Terkelin menjelaskan, erupsi Sinabung tidak hanya menerpa desa-desa yang tidak bisa ditempati lagi, tetapi juga desa-desa yang terkena tebaran debu vulkanik gunung itu yang mengakibatkan menurunnya produksi pertaniannya. Pemerintah Pusat hanya memperhatikan pengungsi yang direlokasi dan menyiapkan tempat baru untuk mereka sebanyak 2.000an KK. Sementara, ada 8.000-an KK yang berada di radius 5 km dan diperbolehkan untuk pulang kembali ke desa mereka.


[one_fourth]yang diperbolehkan pulang ini sebenarnya sama dengan pengungsi yang direlokasi[/one_fourth]

Padahal, kondisi desa mereka tidak lagi seperti semula. Pertanian dan rumah mereka sudah hancur sehingga mereka harus memulai hidup dari nol. Para korban yang diperbolehkan pulang ini sebenarnya sama dengan pengungsi yang direlokasi. Seharusnya, pemerintah membantu dengan perlakuan yang sama ke para korban Sinabung ini. Tetapi, Pemerintah Pusat tidak memberi perhatian kepada mereka.

Selain itu, penduduk yang terkena dampak debu Sinabung yang mengakibatkan pertanian mereka terganggu dan sudah terbukti menurunkan produktivitas pertanian serta pariwisata di Karo juga sama sekali tidak diperhatikan dan tidak dipedulikan oleh Pemerintah Pusat. Padahal, mereka juga terkena dampak secara langsung terhadap kehidupan mereka.


[one_fourth]pemerintah bisa membantu mereka dengan bantuan industri mini untuk pertanian[/one_fourth]

KBK ITB menyatakan, untuk membantu masyarakat yang terkena dampak bencana Sinabung ini, pemerintah bisa membantu mereka dengan bantuan industri mini untuk pertanian, seperti mesin pabrik mini jagung, cabai, atau kopi dan lainnya. Pemberian mesin akan membantu petani menaikkan nilai lebih pertanian mereka sehingga produktivitas yang menurun bisa dikompensasikan oleh nilai lebih ini.

Di sisi lain, diketahui sampai hari ini tidak ada rencana yang komprehensif dari Pemerintah Pusat bila terjadi letusan Gunung Sinabung, seperti penyiapan jalur-jalur evakuasi bila nantinya letusan bisa sampai radius 10-15 km dari Sinabung. Usaha-usaha dari Pemerintah Kabupaten untuk menyiapkan jalur evakuasi melalui Kabupaten Langkat dan Kabupaten Deli Serdang belum juga direspon oleh Pemerintah Pusat. Padahal, seharusnya sudah sejak sekarang harus disiapkan dengan baik.

“Kami sangat apresiasi karena membuktikan ada kebersamaan dengan pemerintah pusat. Ke depannya bisa menjadi harapan mengatasi segala persoalan,” kata Terkelin.

Setya Novanto menyampaikan keprihatinannya atas bencana Sinabung yang berdampak terhadap puluhan ribu warga itu. Dia akan meminta Pemerintah Pusat memulihkan Karo seperti sedia kala.

“Bahkan, kalau bisa, lebih maju lagi daripada pada saat mulai terjadinya bencana,” ujarnya.

ngguntur purba 81
Bukan hanya sedih, kepedihan hidup tampak di wajah warga Berastepu dan di lahan pertaniannya yang berada di kaki Gunung Sinabung.

Pemerintah Pusat harus sangat memperhatikan soal erupsi ini, pengungsian dan relokasi. Pemerintah juga harus segera menindaklanjuti karena menyangkut infrastruktur, relokasi masyarakat di sana. Terlebih menyangkut pendidikan serta beasiswa untuk pendidikan anak sekolah.

“DPR akan mendorong Presiden serta Menteri terkait untuk memperhatikan Karo lebih jauh, apalagi ternyata tidak ada anggaran yang disiapkan oleh Pemerintah Pusat di luar dari dana relokasi pengungsi,” kata Setya.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah mengimbau agar pemerintah membuka mata bahwa Indonesia belum punya mekanisme penanganan bencana yang konprehensif.

“Harus evaluasi agar kasus Karo segera ada koordinasi. Harus bentuk tim untuk mengkoordinir rekonstruksi ulang daerah terdampak bencana, pembangunan infrastruktur, tata letak wilayah,” tegas Fahri.


Leave a Reply