Air di Desa Doulu, Masa Lalu dan Sekarang

0
425

Oleh: Herlina Surbakti (Medan)

 

doulu 5
Nande Santa beru Barus sedang menyuci pakaian di tempat mandi umum

herlina 3 Doulu adalah desa indah di Dataran Tinggi Karo yang mempunyai persediaan air sangat berlimpah ruah sehingga pabrik Aqua pun muncul di sana. Saya dilahirkan di sana dan tentu saja memori 4 tahun pertama kehidupan saya sangat indah. Saya ingat, pada masa itu, kami selalu mandi di tapin yang mempunyai air bersih melimpah.

Ada 10 pancur bambu yang masing-masing berdiameter sekitar 15 cm. Setiap pagi dan sore ramai dikunjungi nande, anak dan bapa.

Tapin ini dipagar buluh cina yang sangat tinggi bersebelahan dengan tapin dilaki. Saya ingat kalau mau buang air besar ada tempanya dan langsung mengalir dihanyutkan air, namanya bagan.

Rumah desa semuanya masih baru. Orang-orang desa masih mempunyai kebiasaan menghiasi rumahnya dengan pot-pot yang bergantungan di bawah atap di teras rumah. Semua teratur rapi.

Ketika saya pulang kira-kira setahun lalu, sekembali dari kunjugan ke desa-desa lain di Taneh Karo yang memang belum pernah saya kunjungi sebelumnya, saya baru menyadari Doulu sudat sangat jauh merosot. Saya ingat memang, sesudah perusahan-perusahaan masuk di Rajaberneh, sering kali ikan-ikan di kolam didapati mati di pagi hari. Ternyata pada waktu itu limbah perusahan di buang pada malam hari.

doulu 6
Desa Doulu

Sejak itu, pertanian di Doulu semua berubah. Kalau dulu mereka menanam bawang putih dan daun prei maka sekarang mereka menanam selada dan daun bawang saja. Kalau dulu batang prei mencapai diameter 2 cm sekarang tidak mencapai 1/2 cm.

Kemarin saya baru saksikan yang lebih parah. Tapin sudah tidak ada lagi karena ternyata Aqua pada suatu hari telah membantu untuk mengalirkan air bersih ke setiap rumah. W.C pun sudah ada di dalam rumah. Saya tidak tahu sudah berapa lama mereka mendapatkan sarana ini. Hampir di setiap rumah juga ada mesin cuci.


[one_fourth]sejak Juli atau Agustus tahun lalu air ke rumah-rumah sudah berhenti mengalir[/one_fourth]

Saya baru ketahui kenyataan itu kemarin. Ternyata sudah sejak Juli atau Agustus tahun lalu air ke rumah-rumah sudah berhenti mengalir. Penduduk sekarang mandi, buang air besar dan mencuci kembali ke lau belin (sungai), Lau Petani. Bak air di rumah-rumah sudah menjadi kering.

Sudah dua atau tiga bulan ini AQUA menjajaki untuk membantu desa. Ini adalah masalah yang urgent. Kepala desa Amos Ginting mengatakan, beliau sudah rapat dengan CSR Aqua tapi sampai hari ini belum ada kabarnya.

Saya hanya ingin menyampaikan keluhan ibu-ibu yang saya jumpai menyuci di tempat-tempat yang tidak lazim. Pada gambar ini terlihat Nande Santa beru Barus. Beliaulah salah seorang yang menyampaikan keluhkesahnya itu.


Leave a Reply