Sekilas Mengenai Keras Surbakti

0
332

Oleh: Sas Lingga (Kabanjahe)

 

salmen kembaren
Salmen Sembiring menarikan tarian Puanglima (pejuang Karo) dalam penampilan Sanggar Seni Sirulo di HUT Mamre GBKP ke 16, Retreat Centre, Sukamakmur (Sibolangit)

sas linggaKeras Surbakti adalah salah seorang diantara beberapa politisi di Masa Kolonial yang dibuang oleh Pemerintah Kolonial ke Digul di tahun 1940an.

Dia adalah seorang putra Karo kelahiran Bunga Pariama, Desa Sukamakmur (Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deliserdang). Keras Surbakti masih kerabat dekat dari pejuang Karo lainnya, Nabung Surbakti, yang juga kelahiran Bunga Pariama. Mereka berasal dari Desa Juma Raja yang sekarang masuk ke Kecamatan Simpangempat (Kabupaten Karo).

Nabung Surbakti (Pulu Juma Raja) berjuang memimpin rakyat melawan Belanda dalam Perang Sunggal yang memakan waktu 23 tahun itu. Perlawanannya terhadap Belanda adalah sekaligus sebagai dukungan terhadap Datuk Sunggal Badiuzaman Surbakti yang menentang perluasan perkebunan asing di tanah-tanah ulayat Karo di Deli. Keras Bangun erbapa uda ke Nabung Surbakti. Ayah dari Keras Surbakti adalah abang kandung dari Nabung Surbakti).


[one_fourth]Saat itu, Kabupaten Karo terdiri dari 3 kewedanaan[/one_fourth]

Keras Surbakti merupakan seorang tokoh Partai Nasional Indonesia (PNI). Dia pernah menjadi Wedana Karo Jahe (Karo Hilir) dengan ibu kotanya Pancurbatu. Saat itu, Kabupaten Karo terdiri dari 3 kewedanaan; Kewedanaan Karo Gugung (Karo Dataran Tinggi) beribukota Kabanjahe, Kewedanaan Karo Singalorlau beribukota Tigabinanga dan Kewedanaan Karo Jahe beribukota Pancurbatu.

Keras Surbakti melanjutkan perjuangan Nabung Surbakti melalui jalur politik sehingga ia bergabung dengan PNI bentukan Bung Karno. Jabatannya di partai adalah Wakil Ketua PNI Kabupaten Karo.


[one_fourth]setelah Kewedanaan Karo Jahe dilepas dari Kabupaten Karo[/one_fourth]

Dari informasi yang saya dapatkan, beliau direncanakan menjadi Bupati Deliserdang setelah Kewedanaan Karo Jahe dilepas dari Kabupaten Karo untuk bergabung dengan Kabupaten Deliserdang. Setelah bergabung dengan Kabupaten Deliserdang, Kewedanaan Karo Jahe diberi nama Kewedanaan Deli Hulu.

Namun, sebelum cita-citanya tercapai, Keras Surbakti tiba-tiba sakit dan kemudian meninggal dunia.


Leave a Reply