Kolom M.U. Ginting: KEBEBASAN MEDIA SOSIAL

0
195

M.U. Gintingsocial mediaMedia sosial telah berhasil melaksanakan fungsinya sebagai unsur kebebasan berbicara yang sudah tertera dalam semua UU di banyak negeri dunia dan sebagai dasar demokrasi. Medsos juga telah berjasa menggeser kesempatan berbicara ini dari yang berkuasa dan punya duit (penguasa media besar abad lalu) ke bagian manusia yang tadinya tak mungkin punya kesempatan.

Karena itu, ratusan juta rakyat telah menjadi sumber berita dan sumber opini, dimana sebelumnya dikuasai oleh orang-orang tertentu, media besar dan reporter bergaji besar.


[one_fourth]mengarah ke keadilan kemanusiaan bersama[/one_fourth]

Sekarang, malah terjadi bahwa media besar ini mengambil sumber beritanya dari medsos yang tak terbatas itu. Kekuatan besar ini (medsos) sudah ada di depan kita dan tak ada lagi kekuatan yang bisa menandingi. Kekuatan besar ini arahnya juga bisa dikatakan sudah pasti, yaitu mengarah ke keadilan kemanusiaan bersama, karena keadilan itu ada di dalam sanubari tiap manusia atau sebagian besar manusi.

Hanya manusia yang tidak normal (kekurangan dalam otak) atau sudah dipengaruhi narkoba yang tak punya sanubari keadilan. Tetapi, soal ini juga berada dalam solusi cita-cita keadian kemanusiaan tadi. Karena itu, arah perkembangan kemanusiaan yang sudah ditetapkan tadi tidak akan berubah.

Medsos yang bebas itu bisa juga digunakan untuk kepentingan pribadi, golongan maupun aliran dan juga tak terbatas seperti menjatuhkan ex-pacar dalam berita Sora Sirulo itu, atau juga bikin jenggot karikatur agama Yahudi atau agama Islam Muhammad yang telah bikin tindakan balas dendam dari pihak tertentu.

Soal pribadi dan soal aliran tetap berbeda, juga dalam penyelesaiannya. Soal-soal pribadi lebih dekat dengan persoalan psikologi. Soal aliran dan keyakinan tak bisa diselesaikan cepat, butuh waktu seperti semua keyakinan lainnya.

Dua pendapat masih berlaku, yaitu kebebasan berbicara tak ada batasnya atau masih perlu ada batasnya dalam soal-soal tertentu. Orang-orang Barat yang liberal ingin kebebasan berbicara tanpa batas, termasuk menghina agama tertentu atau semua agama.

Dua sikap ini bisa terus berjalan bersamaan, dengan semua risiko dan akibatnya yang mengikutinya. Perubahan dan perkembangan memang tak selalu mulus, sering butuh korban juga, yang pada umumnya berfungsi sebagai faktor yang mempengaruhi kecepatan perubahan dari segi waktu.

Tetapi, alat pembantu yang sangat mujarab, ampuh dan canggih sudah lahir dan sudah berada di depan kita: MEDIA SOSIAL DUNIA.


[one_fourth]Berita Terkait[/one_fourth]

Jangan Sebar Video Saat Aku Mencumbuimu


Leave a Reply