Keras Melawan Korupsi

0
228

 

Oleh: Daud S. Sitepu (Papua)

 

daud  sitepuahok 2Tanda tanya bagi rakyat, DPRD DKI itu lebih banyak sibuk urus harga diri dari pada urus rakyat DKI. Sekarang, tidak fokus pada apa yang sedang diperjuangkan. Hak angket, hak interpelasi, lapor Bareskim, panggil istri Ahok, entah apa lagi. Sementara itu polisi sudah bergerak maju menelusuri pengadaan UPS sebesar 12 T rupiah dan telah mendapatkan bukti-bukti.

Terkait dengan anggaran, yang berhak merevisi adalah eksekutif atau gubernur. DPRD hanya punya 2 pilihan, menerima atau menolak. Jika ada titipan untuk dimasukan ke dalam anggaran, tidak dibenarkan dan dapat ditolak.

Sekarang, menjadi deru perang antara Ahok dengan DPRD hanya karena anggaran yang dikembalikan oleh Kemendagri untuk dilengkapi. Wah …. Wahhhh… Mengapa DPRD pada marah-marah? Ada sentimen apa di balik itu?


[one_fourth]untuk tidak tunduk kepada korupsi[/one_fourth]

Salut pada Ahok. Dia konsisten ngomong keras dan tidak mau kompromi atas 12 T rupiah itu. Orang yang berjuang untuk bersih dan tidak mau korupsi, musuhnya malah DPRD. Saya yakin Ahok tahu posisinya dan telah belajar pengalaman sebagai Bupati, pengalaman anggota DPR dan pengalaman wakil gubernur dan sekarang gubernur. Berjuang mati matian untuk tidak tunduk kepada korupsi.

Sekarang, muncul banyak pendapat mengapa sampai begitu kerasnya Ahok. Ada yang mengatakan komunikasinya tidak bagus, dll. Tapi, kalau sudah berhadapan dengan mafia atau koruptor perlu, usahakan tetap keras terus. Sekali lembek akan dimakan. Yang penting, tetap bersih dan semangat.

Ahok adalah satu-satunya Gubernur DKI yang keras dan berani menantang DPRD. Kita butuh pemimpin yang berani seperti ini. Gubernur fenomenal juga Ahok ini. Maju terus boss.

Bagaimana dengan Bupati Karo?

Tidak ada lagi berita hangat dari Kabupaten Karo. Apakah sudah malem kerina bas pusuh sehingga tidak ada lagi kata terbelasken atau memang tak terbelasken lagi?

Gunung Sinabung masih muntah-muntah terus, kata abang di sana. Tanam sayurpun masih susah. Tambah susahnya hidup saat ini. Tapi, ke depan akan tambah subur. Kasihan melihat kondisi keluarga kerabt kita di sekitar letusen. Semoga saja ada pemimpin lahir mengubah kondisi sulit menjadi peluang sejahterakan rakyat Karo.

Mejuah-mejuah!


Leave a Reply