10 KK Bertahan Tak Mengungsi di Sukanalu

0
209

ngguntur purbapengungsi 3NGGUNTUR PURBA. NAMAN TERAN. Saat mengadakan kerja bakti membersihkan jalan-jalan sentra dan loosd desa dari debu vulkanik Sinabung di Desa Sukanalu dan Desa Singgarang-garang (Kecamatan Namanteran) [Minggu 15/03: Sore), Bupati Karo Terkelin Brahmana SH terkejut melihat ada warga Sukanalu yang bertahan di desa itu meski warga lainnya telah berada di posko-posko pengungsian di Kabanjahe dan Berastagi.

Kerja bakti itu dilakukan oleh Pemkab Karo dengan dipimpin langsung oleh bupatinya Terkelin Brahmana SH bersama Kadis Kominfo & PDE drs. Agustin Pandia MSi, Kadis Kesbang Edison, Danramil Namanteran dan Kepala BPBD Kabupaten Karo Subur Tambun. Seluruh staf dan personilnya yang selama ini memantau turut ikut serta turun ke jalan dalam kerja bakti membersihkan desa dari debu vulkanis.

Dalam kesempatan itu, Terkelin menyempatkan diri berbincang-bincang dengan warga yang tetap bertahan itu. Dari pembicaraan mereka, diketahui 10 Kepala Keluarga (KK) tetap bertahan di Sukanalu dan meneruskan kegiatan sehari-hari seperti biasanya.

Memang, mereka sempat tinggal 2 bulan di lokasi pengungsian. Tapi, sejak setahun ini, mereka kembali menempati rumah mereka di Sukanalu. Padahal, warga lainnya sudah hampir 1,5 tahun terakhir tetap berada di posko pengungsian.

Sebagaimana dituturkan, jika malam tiba, mereka berkumpul dan berbincang-bincang di loosd desa menggunakan listrik dari genset yang mereka beli sendiri. Aliran listrik ke desa mereka sudah lama diputus. Setelah Pkl. 12.00 (Malam), mereka kembali ke rumah masing-masing untuk beristirahat.

Jika di tengah malam itu terdengar suara gemuruh dari Gunung Sinabung, mereka langsung saling kontak dan berkumpul kembali di loosd untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk.

“Daripada berdesak-desakan di posko, lebih baik kembali ke kampung untuk memulai hidup seperti biasa. Lebih baik pasrah sama Tuhan jika memang Sinabung mau meletus lagi,” ungkap Surbakti, salah satu diantara mereka, kepada bupati.


[one_fourth]pernah suatu malam Sinabung meletus[/one_fourth]

Selanjutnya, Surbakti menuturkan, pernah suatu malam Sinabung meletus. Mereka sudah saling kontak, namun karena debu Sinabung sangat tebal mereka tidak bisa keluar rumah untuk berkumpul di loosd bersiap-siap mengungsi.

“Kami bertahan di rumah masing-masing dan berdoa kepada Tuhan supaya bisa selamat dan bencana ini segera selesai,” tutur Surbakti.

Mendengar ini, Terkelin salut dan bangga atas tindakan mereka untuk tetap bertahan. Kesalutannya adalah karena, menurut rekomendasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Sukanalu dan Sigarang-garang tidaklah termasuk desa yang direkomendasikan untuk mengungsi. Alasan PVMBG adalah karena pemukiman di kedua desa ini terletak sebelah Timur Laut Sinabung yang aman dari ancaman awan panas dan lahar gunung.

Terkelin berharap agar tindakan 10 KK ini dicontoh oleh warga lainnya asal Sukanalu dan Sigarang-garang yang selama ini telah tinggal di posko-posko pengungsian.

“Lebih baik mereka kembali dan menata kembali meneruskan kehidupan mereka seperti biasa,” kata Terkelin.

Menurut Terkelin, kepulangan warga Sukanalu dan Sigarang-garang bukan berarti pemerintah lepas tangan dari mereka. Pemkab Karo akan tetap memantau dan berusaha membantu warga agar dapat menata kehidupannya kembali. Diasumsikan, bila semua warga bertahan di pengungsian, akan menyulitkan pemerintah membantu dua desa itu.

“Saya akan usahakan untuk selalu mengingatkan Pemerintah Pusat dan Pemprovsu masih ada korban Sinabung di Kabupaten Karo. Semua korban Sinabung yang sudah pulang sekalipun akan tetap dibantu dan tidak akan ditinggalkan, tertutama dalam pemulihan permukiman serta pertanian mereka. Kita akan upayakan program pembangunan dari Pusat, Provsu, dan Pemkab untuk desa-desa ini. Namun, jika penduduk memilih tetap di posko pengungsian dan tidak kembali ke desanya, akan menyulitkan Pemerintah Daerah melaksanakan pembangunan di kedua desa ini,” ujar Terkelin.

Sejauh ini, Bupati tidak menjelaskan bagaimana warga bisa meyakini bahwa rencana yang mulia itu betul-betul akan menjadi kenyataan seindah yang diucapkan.

Rencana Selanjutnya

Kerja bakti ini akan menjadi salah satu prioritas program kerja Pemkab dalam pemulihan desa pasca erupsi Sinabung. Selanjutnya akan diadakan sosialisasi ke posko-posko pengungsian terkait pemulangan pengungsi yang digolongkan oleh PVMBG seabgai kawasan aman.

Lusa [Rabu 18/3] akan dilaksanakan pembayaran Cash for World oleh BRI di loosd Sukanalu dan Sigarang-garang. Pembayaran jaminan hidup (Jadup) sebesar Rp 50.000/ KK akan dibayarkan setiap harinya selama 60 hari ke depan dengan harapan, melalui bantuan ini, warga dapat berangsur-angsur memulai kembali hidupnya seperti sedia kala.


Leave a Reply