3 Lagi Pemerkosa Cewek Patumbak Diburu Polisi

4
367
perkosa
MK ( korban pemerkosaan) saat berada di Polsek Namorambe.

Supir KPUM 23 Sukses Perawani Pacar di Malam Tahun BaruIMANUEL SITEPU. NAMORAMBE, Ternyata, pelaku pemerkosaan dan perampokan terhadap MK (16) dan pacarnya Rendy (22) warga Jl. Pertahanan (Patumbak) [Rabu 25/2: sekira 02.00 wib] di Desa Penampungan (Kecamatan Namorambe) belum semuanya tertangkap. Menurut informasi yang diperoleh oleh Sora Sirulo [Selasa 17/3: Siang] di Polsek Namorambe, 3 pelaku utama pemerkosaan terhadap gadis belia tersebut masing-masing TS, G dan A belum tertangkap dan masih terus diburu oleh Unit Reskrim Polsek Namorambe.

Dari hasil penelusuran Sora Sirulo, perampokan/ pemerkosaan terhadap MK dan pacarnya Rendy kala itu pelakunya berjumlah sebanyak 4 orang. Mereka adalah Anto Sinulingga (sudah ditahan di Polres Sergai) dan abangnya TS (buron) serta 2 rekannya G (buron) dan A (buron).

Saat itu, keempat pelaku dengan mengendarai mobil Avanza warna hitam membuntuti kedua korban di sekitar kawasan Pasar 5 Kelurahan Gedung Johor. Ketika itu, kedua korban sedang mengendarai Honda Vario. Sesampainya di sebuah tempat sunyi di Desa Penampungan (Kecamatan Namorambe) , pelaku yang mengaku anggota Polisi ini kemudian memepet kereta yang mereka kendarai.

Begitu berhasil dicegat, tersangka Anto Sinulingga membawa lari Honda Vario yang dikendarai kedua korban. Selanjutnya, 3 tersangka lainya, TS, G dan A menyekap kedua korban dan memasukkannya ke dalam mobil Avanza itu.

Sekira 1 jam berkeliling, MK kemudian dibawa ke tepi sebuah sungai. TS, G dan A yang disebut-sebut tinggal di Simalingkar B kemudian memperkosa MK secara bergiliran. Setelah itu, Rendy diturunkan di kawasan Jl. Flamboyan Raya. Sementara MK diturunkan di sekitar kawasan Sumalingkar B dan selanjutnya diselamatkan warga.


[one_fourth]komplotan perampok ini berjumlah 9 orang[/one_fourth]

Informasi lain diperoleh, komplotan perampok ini berjumlah 9 orang yang dipimpin oleh Roi Tarigan warga Simalingkar B (Sudah ditahan di Polres Sergai) dengan beranggotakan:

– Herman Pelani Ginting alias Mangar (34) warga Dusun Lau Sigembura Desa Biru-biru (Kecamatan Biru-biru)

– Suranta Tarigan alias Sura (40) warga Jl. Porlak Nomensen, Desa Simalingkar A (Kecamatan Pancurbatu) (telah ditahan Polsek Delitua)

– tersangka Anto Sinulingga (30) warga Simalingkar B (Medan Tuntungan)

– Syahmad (45) warga Dusun 6 Gg. Citarum, Desa Candi Rejo (Kecamatan Biru-biru)

– Hendry Bona Tua Manurung warga Jl. Pintu Air 4 Kelurahan Kwala Bekala (ditahan di Polres Sergai).


[one_fourth]kesembilan pelaku terlibat dalam berbagai bentuk kejahatan[/one_fourth]

Sementara TS, G dan A masih terus diburon. Kabarnya, kesembilan pelaku terlibat dalam berbagai bentuk kejahatan seperti pencurian mobil dan kereta serta pencurian kabel dan baterai tower di wilayah hukum Polresta Medan, Polres Deliserdang dan Polres Sergai.

Secara terpisah, Kanit Reskrim Polsek Namorambe, Ipda T. Sitepu SH ketika dikonfirmasi [Selasa 17/3: sekira 14.00 wib], membenarkan masih memburu ketiga tersangka.

“Saat ini, saya bersama anggota masih di seputaran Simalingkar B untuk mencari keberadaan tersangka,” kata Sitepu melalui selularnya.

Berita terkait:

Mengendarai Sepeda Motor Pagi Dini, Gadis Belia Dirampok dan Diperkosa


4 COMMENTS

  1. “Bage belangna doni e. Kai pe lako dayaken. Bage teremna diberu, ter-5 pe kita sekalak bias nge.” (BPSM).

    Payo tuhu bagem kenyataan. Kesimpulan si 100% tuhu. Tapi enda lanai teridah atau lanai tergejap bas perukuren melala jelma.

    Tanggung jawab tiap jelma termasuk anak-anak mudana enggo minimal atau lanai lit. Kebebasan 100% termasuk mbunuhi jelma bagi merjak perkis, je lanai lit iluh, lanai lit perasaan. Jadi penungkunen man kerina gundari, kebebasan 100% enda enggo kin mencapai puncakna atau masih akan bertambah menuju puncak si lenga tercapai? Sebab proses kai pe lit nge kari puncakna bagi bas proses tesis-antitesis-syntesis atau ‘seh sura-sura tangkel sinanggel’.

    Sinanggel enda ndai enggo kin mencapai puncakna? Adi lenga, terpaksa nge kita relakan menghadapi sinanggel yang lebih parah. Dunia gundari enggo seh ku tingkat perkembangan saling bunuh sebagai pengganti era perang abad lalu. Perang bagi si nai banci ikataken lanai lit atau lanai beredar ninta kalak Karo, tapi pembunuhan dan kesadisan, masih dalam proses meningkat, belum mencapai puncak. Isis labo erperang, tapi mbunuhi jelma secara sadis. Tempa-tempa la lit alasan logis. Tempa-tempa ningku sebab lit nge kerina alasen logis je.

    Kai kin sebab-sebab maka turah perkembangan sibagenda? Banci nge kita sada persada erbahan analisa. Tuhu ntah lahang analisanta, waktu nge kari si memastikan. Pas kang bagi pertanyaan engkai maka abad lalu terjadi perang sesama manusia? Gundari enggo banci si dat jawaban si pas.

    Adi gundari kita nungkun, engkai maka jelma sibunuh-bunuhen pengganti perang bagi bas zaman si nai? Engkai maka film-film pe ibahan pembunuhan sadis? Ise si erbahan film enda? Ise si mbiayai Isis si dahinna mbunuhi jelma secara sadis? Adi nai (abad lalu) ise si erbahan perang janah berkepentingan bikin perang?

    Gundari banci kita nungkun, ise si berkepentingan penyebaran narkoba? HIV/AIDS, kegilaan sex? Judi? misalna i Karo? Ise janah engkai?

    Pas kang bagi jawaban sebab-sebab perang era lalu, sebab sigundari pe eme kapken KONTRADIKSI. Kai kontradiksi era lalu, kai kontradiksina gundari.

    Kontradiksi enda nggambarken KEPENTINGAN, bage nai, bage denga gundari pe, bag nge kari seterusna pe. Tingkat Kepentingan enda berubah tiap zaman, sejajar ras perubahan tingkat KESEDARAN manusia.

    MUG

    • Ku kutip sitek dialog bas sada film Steven Chow, lit nina, “Engkai maka Yesus mate isalibken”
      jawab sideban, “perbahan nggo kin bage nina Alkitab. Lang me la tergenapi[…]”

      Lit ka lagu Gong 2000, “Dunia ini panggung sandiwara[…]” nggo kin itentuken sutradara i Datas peranta.

      adi nina kalak Karo, “Nggo bage retak tanna.”

      Pertanyaanya, apakah peran-peran yang seperti berita di atas juga telah ditentukan?

      Masa Dinasti Dinasti berkuasa di Tiongkok, mulai Dinasti Xia(BC 2100) hingga Dinasti Qing 1912, tak henti-hentinya terjadi perang. Tentunya perang membawa kehancuran dan kesusahan. Namun, masa itu juga jadi masa keemasan dalam peradaban Tiongkok, dimana muncul banyak orang bijak Tiongkok, seperti: Kong Hu Tzu, Lao Tse, Meng Tse, Yin-Yang, dlsb hingga ahli strategi perang Zhuge Liang.

      Kerap kali di seluruh belahan dunia fenomena ini terjadi. Ada kejahatan baru kebaikan tampak. Ada hitam baru kita kenal putih. Tau cantik baru kita tahu yang jelek.
      Bahkan Yesus datang ke dunia untuk menebus dosa, bukan berwisata melihat hasil karyanya. (??????)

      Pertanyaana, apakah fenomena yang sama juga akan terjadi di Karo(khususnya)?
      Yakni, dari sekian banyak penyimpangan ini maka akan muncul pemikiran-pemikiran yang membawa kebaikan bagi Karo, seperti halnya Konfusius, Thaoisme, Mencius, dll yang menjadi pegangan masyarakat Tionghua.
      Demikian juga di Karo kelak terjadi pemulihan?
      Gelah ola kita pesimis kalak Karo. 🙂 Mejuah-juah.

    • hukum pelakunya sesuai UU, segelah lanai bge peduakalikn ras bnr2 i hukum segelah pelaku tersebut bisa tobat dan kembali ke jln yang benar.

Leave a Reply