J.R. SARAGIH: Mengapa Saya Dukung Terkelin Brahmana?

1
389

Ngguntur Profilsaragih 4NGGUNTUR PURBA. KABANJAHE. “Kenapa saya dukung Terkelin Brahmana?” kata Bupati Simalungun J.R. Saragih saat dia menegaskan dukungannya terhadap pencalonan Terkelin Brahmana SH dalam Pilkada Kabupaten Karo Desember tahun ini.

“Sebab, latar belakang pendidikan dan keluarga beliau jelas. Hidupnya sederhana, tidak arogan dan tekun beribadah,” jawabnya sendiri atas pertanyaannya tadi.

Selanjutnya, Saragih yang beribukan perempuan Karo (beru Sembiring) dan beristrikan juga perempuan Karo (beru Tarigan) ini menguraikan analisisnya tentang hubungan Terkelin Brahmana SH dengan kepemimpinan di Kabupaten Karo. Menurutnya, ditinjau dari kondisi pembangunan yang ada di Kabupaten Karo semasa kepemimpinan Terkelin sampai saat ini, belumlah menjadi tolak ukur keberhasilan atau pun tidak keberhasilannya memimpin Kabupaten Karo.


[one_fourth]pembangunan dengan anggaran yang ada karya bupati sebelum Terkelin[/one_fourth]

“Semua yang ada saat ini adalah masih buah karya bupati masa lalu sebelum kepemimpinan Sudara Terkelin Brahmana. Termasuk kesemrautan kota Kabanjahe dengan berdirinya kios-kios penampungan sementara akibat terbakarnya pajak Kabanjahe masa lalu. Krisis air bersih di kota Kabanjahe dan sekitarnya dan situasi pembangunan pertanian serta begitu juga halnya sektor pariwisata. Semua masih mutlak program dan pelaksanaan pembangunan dengan anggaran yang ada karya bupati sebelum Terkelin Brahmana,” paparnya.

Adapun tolak ukur keberhasilan atau tidak keberhasilan Bupati Karo Terkelin Brahmana menurut Saragih baru dapat diukur dari hasil pelaksanaan APBD Karo 2016 ke depan.

“Kenapa saya jelaskan demikian, agar borok yang ada saat ini di Kabupaten Karo jangan Terkelin Brahmana SH dikambing-hitamkan atau ditumbalkan sebagai penyebabnya,” ujarnya.

Ia merasa perlu mengatakan begitu karena, dengan munculnya oknum-oknum Balon Bupati Karo saat ini, besar kemungkinan pengkambinghitaman seperti itu kemungkinan besar dijadikan sebagai black campaign di masyarakat. Dia merasa perlu hal ini disosialisasikan kepada masyarakat agar masyarakat tidak terkontaminasi dengan isu-isu yang tidak benar ini.


[one_fourth]saya ini separuh adalah darah Suku Karo[/one_fourth]

“Darah di tubuh saya ini separuh adalah darah Suku Karo. Tentu saya ingin Taneh Karo ke depan lebih maju dan lebih sejahtera. Itu makanya dengan tegas saya mengatakan mendukung Terkelin Brahmana SH maju menjadi Calon Bupati Karo pada Pilkada tahun ini untuk meneruskan program pembangunan 5 tahun ke depan,” katanya tegas dan bersemangat.

Lalu, Bupati Simalungun ini mengandaikan bila saja masyarakat Karo tidak mendukung Terkelin Brahmana menjadi Calon Bupati Kabupaten Karo ke depan, berarti program 5 tahun ke depan harus lagi dimulai dari awal dengan pemimpin yang baru pula, urainya.

“Kapan Kabupaten Karo bisa maju kalau tiap Pilkada harus terus memulai program baru dan lebih awal lagi untuk mengenal karakter pemimpinnya yang baru pula,” ujar JR Saragih terus terang yang sepertinya mengingatkan warga Kabupaten Simalungun juga untuk berpikir seperti itu mendukungannya nanti menjadi Calon Bupati Simalungun.

Berita Terkait: JR Saragih Bantu Pengungsi Sinabung. Tak Calonkan Diri Maupun Istri


1 COMMENT

  1. Saling mendukung antara bupati Simalungun dan bupati Karo, karena perbuatan dan sikap tegas untuk perubahan dan kemajuan satu daerah adalah sikap saling mendukung yang sangat diperlukan. Bupati Simalungun berani terus terang katakan apa yang dia ingin katakan soal bupati Terkelin.

    Soal apa yang didukung atau tak didukung ini semua harus dikemukakan dan dibentangkan secara terbuka seingga semakin banyak yang mengetahui dan mendukungnya. Semua perbuatan yang positif dan yang negatif dibentangkan dihadapan masyarakat, sehingga rakyat bikin pilihan yang tepat siapa yang patut jadi bupati.

    Keterbukaan sekarang sudah mungkin, karena internet dan media sosial. Orang Karo semakin banyak yang senang menuliskan apa yang ada dalam pikirannya, terutama juga kalau menyangkut soal bupati pemimpin Karo. kita melihat ini ketika bupati lama dilengserkan. Orang Karo sudah semakin banyak yang peduli terhadap Karo, terutama soal identitasnya dan soal kultur budaya serta perkembangannya.

    Dalam persaingan etnis masih ada yang cari aman dan cari nyaman, tetapi jumlah mereka ini semakin berkurang. Semakin banyak yang berani bicara untuk SURVIVAL KARO, survival kultur maupun daerahnya. Ini terutama terlihat dikalangan anak-anak muda Karo seperti PKM, mahasiswa dan juga akademisinya.

    Keterbukaan dalam anggaran seperti e-budgenting Surabaya dan Jakarta mungkin masih perlu dipelajari oleh Karo maupun Simalungun. Tetapi sudah ada contoh yang bisa diikuti dan dipelajari sesuai dengan keadaan konkret Karo.

    E-budgeting dan E-procurement di Surabaya inisiatif Risma dan dari mahasiwa anak-anak muda Surabaya bisa dikatakan telah membuka satu jalan penting bagi dunia dalam melawan secara konkret korupsi. Perkembangan ini memang luar biasa. Ini semua sudah mungkin karena adanya internet dan era KETERBUKAAN. Di Surabaya terlihat jelas bagaimana mahasiswa anak muda ikut ambil bagian yang sangat penting dalam membantu pemerintahan Surabaya menghilangkan korupsi, satu penyakit dunia dalam semua administrasi terutama dalam soal budget dan pemilihan pemborong proyek pemerintah daerah.

    Perkembangan ini sangat menarik memang sekiranya nanti sudah bisa berjalan. Apalagi kalau bisa jalan di Karo atau Simalungun. Ini merupakan PR (pekerjaan rumah) yang utama bagi semua pemerintah daerah negeri ini. ‘Dimulai dari daerah’ sering kita bilang. Kalau sebagian besar daerah Indonesia sudah berhasil menjalankan hal ini, yang lain dan juga pusat akan ikut pasti.

    Kalau Karo sudah sempat bikin perhatian kesana, dan sudah ada pikiran permulaan bagi bupati Terkelin sekarang untuk nanti memulainya dalam jabatannya, pastilah ini akan jadi dorongan penting untuk berhasil dalam pemilihan. Ini adalah pembaruan yang tak akan ada bandingannya di Karo. Tetapi kalau dia hanya maju dengan ‘tradisi lama’ seorang balon tradisional, hasilnya pun akan biasa-biasa saja, artinya sperti pilkada lalu. Menang dengan segala ‘tipu muslihat’ tradisional dan nanti dilengserkan lagi dengan alasan-alasan tradisional juga, artinya KORUPSI duit dan koruppsi kekuasaan. Mungkinkah Terkelin bikin yang baru? Kalau dia bikin yang baru seperti di Surabaya dan Jakarta Ahok, rakyat Karo pasti mendukung 100%.
    Semoga.

    MUG

Leave a Reply