Kolom M.U. Ginting: Bupati Simalungun dan Bupati Karo

0
183

M.U. Gintingsaragih 5Saling mendukung antara Bupati Simalungun dan Bupati Karo karena perbuatan dan sikap tegas untuk perubahan dan kemajuan satu daerah adalah sikap saling mendukung yang sangat diperlukan.

Bupati Simalungun berani terus terang katakan apa yang dia ingin katakan soal Bupati Terkelin. Soal apa yang didukung atau tak didukung ini semua harus dikemukakan dan dibentangkan secara terbuka seingga semakin banyak yang mengetahui dan mendukungnya. Semua perbuatan yang positif dan yang negatif dibentangkan di hadapan masyarakat, sehingga rakyat bikin pilihan yang tepat siapa yang patut jadi bupati.

Keterbukaan sekarang sudah memungkinkannya, karena internet dan media sosial. Orang Karo semakin banyak yang senang menuliskan apa yang ada dalam pikirannya, terutama juga kalau menyangkut soal bupati pemimpin Karo. Kita melihat ini ketika bupati lama dilengserkan. Orang Karo sudah semakin banyak yang peduli terhadap Karo, terutama soal identitasnya dan soal kultur budaya serta perkembangannya.

Dalam persaingan etnis masih ada yang cari aman dan cari nyaman, tetapi jumlah mereka ini semakin berkurang. Semakin banyak yang berani bicara untuk SURVIVAL KARO, survival kultur maupun daerahnya. Ini terutama terlihat di kalangan anak-anak muda Karo seperti PKM, mahasiswa dan juga akademisinya.

saragih 7
Anak-anak muda/ mahasiswa dari Sirulo Community Mediation bersama Sanggar Tinuang berupaya merestorasi Rumah Adat Karo tanpa perhatian apa-apa dari Pemkab Karo.

Keterbukaan dalam anggaran seperti e-budgenting Surabaya dan Jakarta mungkin masih perlu dipelajari oleh Karo maupun Simalungun. Tetapi sudah ada contoh yang bisa diikuti dan dipelajari sesuai dengan keadaan konkret Karo.

E-budgeting dan E-procurement di Surabaya inisiatif Risma dan dari mahasiwa anak-anak muda Surabaya bisa dikatakan telah membuka satu jalan penting bagi dunia dalam melawan secara konkret korupsi. Perkembangan ini memang luar biasa. Ini semua sudah mungkin karena adanya internet dan era KETERBUKAAN.

Di Surabaya terlihat jelas bagaimana mahasiswa anak muda ikut ambil bagian yang sangat penting dalam membantu pemerintahan Surabaya menghilangkan korupsi, satu penyakit dunia dalam semua administrasi terutama dalam soal budget dan pemilihan pemborong proyek pemerintah daerah.


[one_fourth]’Dimulai dari daerah’, sering kita bilang[/one_fourth]

Perkembangan ini sangat menarik memang sekiranya nanti sudah bisa berjalan. Apalagi kalau bisa jalan di Karo atau Simalungun. Ini merupakan PR (Pekerjaan Rumah) yang utama bagi semua pemerintah daerah negeri ini. ‘Dimulai dari daerah’, sering kita bilang. Kalau sebagian besar daerah Indonesia sudah berhasil menjalankan hal ini, yang lain dan juga pusat akan ikut, pasti.

Kalau Karo sudah sempat bikin perhatian ke sana, dan sudah ada pikiran permulaan bagi bupati Terkelin sekarang untuk nanti memulainya dalam jabatannya, pastilah ini akan jadi dorongan penting untuk berhasil dalam pemilihan. Ini adalah pembaruan yang tak akan ada bandingannya di Karo. Tetapi kalau dia hanya maju dengan ‘tradisi lama’ seorang balon tradisional, hasilnya pun akan biasa-biasa saja, artinya sperti Pilkada lalu.

Menang dengan segala ‘tipu muslihat’ tradisional dan nanti dilengserkan lagi dengan alasan-alasan tradisional pula, artinya KORUPSI duit dan korupsi kekuasaan.

Mungkinkah Terkelin bikin yang baru? Kalau dia bikin yang baru seperti di Surabaya dan Jakarta Ahok, rakyat Karo pasti mendukung 100%. Semoga.


Leave a Reply