Cekcok Dengan Istri, Sudaryanto Dikeroyok Abang Ipar

0
131
sudarto
Sudaryanto saat mendatangi Polsek Namorambe.

Supir KPUM 23 Sukses Perawani Pacar di Malam Tahun BaruIMANUEL SITEPU. NAMORMBE. Kualat dialami Sudaryanto (39) warga Gg. Permata Desa Delitua (Kecamatan Namorambe). Gara-gara kerap memaki dan menghina Susanti (40), istrinya, ia pun dipukuli oleh Idir (50) yang tidak lain adalah abang iparnya sendiri.

Sudaryanto yang tidak terima dianiaya oleh abang dari istrinya memilih membuat laporan ke Polsek Namorambe [Minggu 22/3].

Informasi diperoleh Sora Sirulo di Polsek Namorambe saat Sudaryanto membuat laporan menceritakan, kejadian penganiayaan yang dialaminya berawal ketika ia dan istrinya Susanti terlibat pertengkaran mulut di dalam rumahnya sekira 07.00 wib.

Pada saat Sudaryanto dan istrinya terlibat cekcok mulut, Idir yang bertetangga dengan korban, menguping pertengkaran. Idir yang mendengar pertengkaran mereka kian lama makin meruncing, bersama temannya Rendi dan Sudar mendatangi rumah pasutri ini mencoba untuk menengahi. Namun, kedatangan Idir bersama temannya tidak membuat Sudaryanto sadar.


[one_fourth]membuat Idir dan warga naik pitam[/one_fourth]

Meski rumahnya sudah dikerumuni warga, Sudarianto terus memaki istrinya. Mirisnya lagi, Idir yang merupakan abang iparnya sudah ikut melerai, malah ikut dimaki Sudaryanto. Ini tentu saja membuat Idir dan warga naik pitam karena dituding tidak memiliki sopan santun. Tak ayal lagi, Sudaryanto langsung dipukuli hingga babak belur.

“Waktu kami bertengkar sama istriku, abang iparku Idir bersama Rendy dan Sudar datang memukuli aku,” kata Sudaryanto di Polsek Namorambe saat membuat laporan.

Menurut Sudaryanto, akibat ulah ketiga pelaku, ia mengalami sakit pada bagian mata, dada, perut dan kaki akibat korban pengeroyokan.

“Saya rasa, tidak ada salah saya sama mereka. Mengapa saya dipukuli? Saya tidak terima,” kata Sudaryanto sambil menahan rasa sakit di wajahnya.

Lanjut dikatakannya, begitu selesai membuat laporan, ia mau pulang ke tempat orangtuanya sementara ini.

“Kalau saya pulang ke rumah, takut mereka mengeroyok aku lagi. Aku meminta kepada pihak kepolisian agar segera menangkap mereka,” harap Sudaryanto.

Kapolsek Namorambe AKP Esron Nainggolan SH MH ketika dikomfirmasi membenarkan adanya laporan korban penganiayaan.

“Kita sudah menerima laporan korban, secepatnya kita proses. Korban sudah kita bawa ke rumah sakit untuk mendapat visum,” katanya.


Leave a Reply