Jangan Kotori Puncak Sibayak

2
376

Oleh: Joppy K. Sinulingga (Medan)

 

Joppysibayak 4Salah satu objek wisata yang belakangan ini semakin ramai dikunjungi dan menjadi primadona yaitu Gunung Sibayak atau sering disebut oleh para pendaki gunung Puncak Sibayak. Pada hari libur atau akhir pekan, biasanya sangat ramai dikunjungi oleh mahasiswa, kalangan pencinta alam, anak sekolah, serta sebagian kalangan keluarga.

Ini merupakan lahan yang sangat memberi keuntungan bagi penduduk di sekitar gunung. Begitu juga organda transportasi Medan–Berastagi. Pada hari Sabtu, banyak yang menumpang bus Medan—Berastagi dengan tujuan Gunung Sibayak dan Minggu Sore mereka kembali ke Medan dengan bus Berastagi—Medan.

Bisa ribuan pengunjung pada malam yang sama jumlah pendaki Puncak Sibayak.

Organda lokal seperti Kama dan Sibayak juga menerima dampak posisif peningkatan pendapatan karena akses menuju Sibayak dari Berastagi ke desa Jaranguda akan diantar oleh angkutan ini.


[one_fourth]jalan yang rusak parah sehingga kadang mobil organda harus didorong[/one_fourth]

22 Maret 2015 lalu, kita mengunjungi Puncak Sibayak. Di pos Jaranguda, kita membayar retribusi masuk objek wisata sebesar Rp. 4.000. Sepanjang akses jalan dari pos retribusi Jaranguda menuju parkir mobil Batu Kapur Sibayak terlihat jalan yang rusak parah sehingga kadang mobil organda harus didorong karena mogok.

Banyak lobang ukuran kecil dan besar sehingga supir harus hati-hati. Ditambah lagi ada timbunan longsor yang belum diaspal. Sepanjang jalan menuju puncak juga saya melihat sampah berserakan.

Diperlukan aksi memelihara akses dan areal Puncak Sibayak. Banyak kontribusi yang diberikan oleh Sibayak kepada kita. Untuk kuntribusi objek wisata juga besar. Bayangkan saja, setiap orang yang memasuki kawasan Sibayak wajib membayar Rp. 4.000. Setiap minggu dikunjungi oleh ratusan bahkan ribuan pengunjung.

Itulah kontribusi Sibayak bagi PAD (Pendapatan Asli Daerah) Kabupaten Karo. Apa yang kita berikan kembali untuk Sibayak?

Janganlah kita hanya memberinya sampah yang kita tinggalkan di puncak dan areal Sibayak.


2 COMMENTS

  1. “Itulah kontribusi Sibayak bagi PAD (Pendapatan Asli Daerah) Kabupaten Karo. Apa yang kita berikan kembali untuk Sibayak?”

    Sibayak akan panjang umur dan terus hidup kalau kita menghormati dengan menjaga kebersihan alam Sibayak. Erendi-enta kata orang Karo. Sungguh patut kita pakai disini juga.

    Kalau kesan bagi pengunjung suasana lingkungan dan udara nyaman dan bersih tentu semakin banyak pengunjung. Ini terutama harus jadi perhatian pemda dan juga organisasi masyarakat yang ingin tunjukkan tanggung jawab terhadap lingkungan dan kenyamanan penduduk dan turis.
    Tak ada tempat yang sesetrategis itu di Sumtim, dekat dari kota besar Medan dan udara sejuk pelepas lelah setelah bekerja selama seminggu dikota sesak nafas karena trafik dan udara panas seperti Medan.
    Mari omongkan KEBENARAN ini keseluruh dunia. Salah satu kebenaran Karo yang aktual.

    MUG

Leave a Reply