Karo Adalah Nasional dan Nasional Adalah Karo

1
178

Oleh: Joni Hendra Tarigan (Pengalengan, Jabar)

 

nasional 5
Pemimpin Redaksi Sora Sirulo ITA APULINA TARIGAN di sebuah hutan Karo (Foto: SRI ALEM SEMBIRING)

joni hendra tarigan Sepintas mungkin kata-kata pada judul ini akan ditanggapi dengan “tual kel” (sangat arogan).  Ini bukan tentang keingianan pengakuan Nasional terhadap  Karo, karena memang dalam perjalanan sejarah pun Karo sudah merupakan bagian dari Perjuangan Kemerdekaan. Sang Proklamator pun sudah mengalami betapa cintanya rakyat Karo untuk Indonesia.  Jika di balik, Nasional adalah Karo, maka bukan pula berarti bahwa Karo lah yang merupakan kalangan teratas yang mendiami Nusantara ini.

Hal pertama yang  harus menjadi sikap Karo adalah NASIONAL  ADALAH KARO. Ini  sangat penting, karena menentukan sikap Karo dalam kaitannya sebagai bagian dari NKRI.  Nasional adalah Karo yang saya maksud adalah bahwa apa yang menjadi tujuan Nasional adalah  tujuan KARO.  Hal ini tidak berarti bahwa KARO memaksakan diri untuk menjalankan semua tujuan Nasional, akan tetapi Karo dengan apa yang dimilikinya, serta potensi yang dimilikinya mampu melihat peranannya dalam Pembangunan Nasional.


[one_fourth]peran PEMDA  sangat dibutuhkan untuk menangkap tujuan Pemerintah Pusat[/one_fourth]

Banyak program nasional, di era pemerintahan Kabinet Kerja yang menurut hemat saya, banyak peranan yang bisa diambil oleh Taneh Karo Simalem. Di bidang pangan misalnya, target pemerintah untuk swasembada pangan sangatlah tepat untuk mendukungnya. Masayarakat petani Karo umumnya, tidak bisa dipungkiri, masih melakukan aktifitas pertanian yang belum melibatkan Iptek. Maka, peran PEMDA  sangat dibutuhkan untuk menangkap tujuan Pemerintah Pusat dan mengarahkan kebijakan daerah. PEMDA sebaiknya menjemput bola, melihat apa yang bisa dilakukan daerahnya dan ditawarkan ke pusat. Sehingga masyarakatnya pun tidak nasib-nasiban dalam bertani.

nasional 3
Ladang kopi (Foto: ITA APULINA TARIGAN)

Kegiatan Nasional lain yang memungkinkan Karo adalah kerjasama antar Negara  dalam pembangunan. Baru-baru ini, sebagi contoh, telah ditandatangani kesepakatan bersama antara Tiongkok dan Indonesia. Pertanian dan pariwisata merupakan dua dari beberapa kerjasama yang disepakati. Di bidang pariwisata, peranan dukungan Karo adalah membenahi daerah wisatanya. Desa Budaya, Panas Bumi, Pemandangan Alam, dan Infrastruktur perlu dipersiapkan untuk mendukung tujuan kerjasama wisata tersebut.

Ketika kemudian Karo mampu menempatkan dirinya dalam mengisi tujuan Nasional, maka kemudian Karo itu sendiri akan maju dan berkembang.  Ini kemudian menjadi  KARO ADALAH NASIONAL, karena peranannya untuk mendukung kemajuan Nasional.

Hal yang sangat penting untuk melakukan ini adalah sumber daya manusia yang mampu membuat sumber daya alam bermanfaat untuk manusia dan alam. SDM Pemkab Karo sangat dibutuhkan untuk mengkoordinasikan masyarakat Karo untuk Menjadikan KARO ADALAH NASIONAL dan NASIONAL  ADALAH KARO.

Mejuah-juah.

1 COMMENT

  1. Saya kataka, “Era emansipasi pemikiran Karo telah dimulai(lahir).” Me bage, pal? 🙂
    Tetapi jangan harap hasilnya akan selamanya indah. Sebab dalam proses akan banyak tantangan, jadi bagai mana kita bisa selamat sampai di finish.

    Dan untuk hal ini, tidak juga ada salahnya kita ucapkan terima kasih kita buat Bpk. Roberto Bangun, dkk hingga M.U. Ginting, Juara R. Ginting, dkk.

    Mejuah-juah.

Leave a Reply