Kolom M.U. Ginting: KEBEBASAN BERBICARA

0
266

M.U. Gintingsyiah 3Banyak pemikiran atau tuduhan bahwa Syiah Yaman ini sama dengan Islam Syiah Iran atau Islam Syiah umumnya, terutama karena katanya Syiah Yaman ini didukung penuh oleh Iran.  Dari artikel ini ternyata tidak sama.

Persamaannya ialah sama-sama punya nabi ke 13, setelah 12 nabi yang diakui semua Islam. Tetapi nabi yang ke 13 ini juga tidak sama orangnya.  Dalam Syiah Iran orangnya adalah Nabi Ali, menantu Muhammad sedangkan pada Syiah Yaman orangnya adalah Zaid bin Ali, cucu Nabi Muhammad.

Aliran Islam Ahmadiah juga punya nabi yang ke 13, tak ada kaitannya dengan orang Arab tetapi orang Pakistan namanya Mirza Gulam Ahmad. Aliran ini juga ada di Indonesia dan  tidak diakui sebagai agama Islam oleh Islam lainnya. Masih ‘beruntung’ negeri ini tak ada Islam Syiah Ali seperti di Iran, yang punya kekuatan yang harus dihitung oleh Islam Sunni.


[one_fourth]UU ini masih dalam proses[/one_fourth]

Ricuh antara Islam selama ini hanya dengan Ahmadiah, tak sama kuat dengan Syiah Iran. UU kebebasan beragama negeri ini selalu dipakai untuk membenarkan Ahmadiah. Kebenaran UU ini masih dalam proses karena bisa diterjemahkan menurut kepentingan politik agama itu sendiri. UU ini tak bilang kalau Ahmadiah adalah agama.

syiah 4Berlainan dengan di Barat,  dimana kebebasan beragama adalah soal HAM dan berlaku sama bagi semua orang dan agama atau kepercayaan apa saja. Agama adalah kepercayaan,  dan di Barat adalah juga soal pribadi yang harus dihormati oleh semua dan sehingga tak perlu mempersoalkannya. Percaya atau tidak kan urusan masing-masing orang. Masuk surga atau tidak nanti juga tergantung kepercayaan masing-masing terhadap Tuhan masing-masing juga. Karena itu kepercayaan tak bisa dipaksakan kepada siapapun, karena soal pribadi tadi.

Soal pertengkaran terakhir dunia dalam bikin karikatur Muhammad yang bawa bom atau pistol, atau soal mengejek agama lain termasuk agama Yahudi, terdapat dua aliran pikiran.


[one_fourth]agama adalah sebuah konsep[/one_fourth]

Pertama, dalam konsep liberal Barat soal kebebasan menyatakan pendapat dipakai dalam menyatakan pendapat apa saja, termasuk mengejek sebuah agama. Ini dianggap kebebasan berbicara. Kebebasan Barat menghormati persoalan pribadi sangat tinggi, tak boleh dicampuri oleh yang lain. Tetapi agama bukan pribadi, agama adalah sebuah konsep, sehingga berlaku kebebasan berbicara liberal Barat. Kemerdekaan menyatakan pendapat 100% katanya karena agama bukan soal pribadi tadi, tapi konsep.

Ke dua ialah apakah bebas menghina satu agama walaupun agama adalah sebuah konsep saja?

Orang yang  ‘menghina’ itu bilang, kalau kau memang percaya tak perlu sakit hati kalau agamamu dibikin karikatur, kepercayaan tak perlu hilang karena sikap orang lain. Ini masuk akal juga.

Paus Fransiskus bilang tak boleh menghina orang lain soal agama. Paus ini tak bilang kalau ada dua soal di sini, menghina perorangan atau menghina suatu konsep. Ini pasti beda juga.


Leave a Reply