Kolom M.U. Ginting: KONFLIK SEKTERIAN

0
162
sekterian 2
Sada Kata Ginting (kiri) dan Bernita Depari (kanan) bersama Sanggar Seni Sirulo

M.U. GintingMasih banyak negeri atau nation dunia yang belum percaya akan solusi persoalan kemanusiaan bisa dicapai dengan dialog atau musawarah. Sangat terlihat di negeri-negeri Arab terutama Saudi. Arab Spring merupakan pencetusan kejenuhan rakyat atas sikap tak adil dan konservatif penguasa negeri-negeri Arab.

Arab Spring tidak sampai ke Saudi Arab, dan masih sangat terbatas gerakan yang bisa tumbuh mewakili pikiran baru dunia di sana, tetapi sudah ada juga pemikiran dari kaum intelektual Arab, seperti dilaporkan  merdeka.com: “Tokoh aktivis dan intelektual Saudi, Dr. Madawi Al-Rashid melalui akun twitter-nya dengan menyatakan bahwa Arab Saudi memerlukan pendekatan baru dalam politik luar negerinya yang mendorong duduk bersama untuk berdialog dengan kekuatan-kekuatan regional seperti Iran dan Turki bukan hanya dengan koalisi Sunni saja. Bermain koalisi seperti itu ia nilai akan gagal karena politik tidak bisa hanya didasarkan pada konflik Sunni-Syiah saja.”

Dr. Madawi Al-Rashid sangat tepat menyimpulkan tentang Saudi ini. Tak bisa dibantah juga bahwa kepentingan minyaknya mendominasi semua poltiknya sehingga Saudi  lupa perubahan terakhir dunia yang sudah menjadi era dialog. Sangkin angkuhnya malah ngajak bertanding bilang: “Siapa yang bisa bertahan harga minyak di bawah 50 dollar per barrel?” Banyak produsen minyak pada berhenti memang.


[one_fourth]era sekarang kalau diteliti dasar utamanya ialah soal kultur[/one_fourth]

Era Dialog dunia berlaku dalam semua soal, terutama politik tentunya. Takut dialog atau menghindari dialog, berarti ada yang mau ditutupi. Biasanya, yang mau ditutupi adalah KEBUSUKAN yang mengandung ketidakadilan terhadap rakyatnya sendiri atau nation lain atau kultur lain. Istilah kultur ini saya tebalkan karena era sekarang kalau diteliti dasar utamanya ialah soal kultur, perbedaan kultur, kontradiksinya serta perubahan dan perkembangannya dalam interaksi semua kultur. Huntington menamakannya dengan istilah The Class of Civilization atau Moisi dengan istilah The Class of Emotions.

Semua kepentingan manusia atau kelompok-kelompok manusia dijaga atau dipertahankan dengan kekuatan kultur masing-masing atau  tak bisa dilepaskan dari situ. Disedari atau tidak, tujuannya adalah untuk mempertahankan survival kultur itu sendiri dan dalam kehidupan nyata untuk mendominasi yang lain atau kultlur lain.

Dalam perjuangan survival orang Yahudi, Prof. MacDonald sebutkan soal Judaism sebagai taktik dan strategi suku Yahudi dalam perjuangan survivalnya dan telah digunakan selama 2.000 tahun secara evolusi menurut MacDonald dalam Triloginya. Di Indonesia kita kenal ada pengacehan oleh orang Aceh seperti Aceh Gayo, Aceh Alas, Aceh Tamiang, dsb. Juga ada pembatakan oleh orang Batak dengan pernyataan sepihak Batak Gayo, Batak Alas, Batak Pakpak dsb.

sekterian 3
Sebuah adegan DIALOG antara pelukis dengan manusia lukisan dalam penampilan Sanggar Seni Sirulo (diiringi musik tradisional Karo)

Sebab-sebab dan dasar pengacehan atau pembatakan selama ini tidak dikatakan secara jelas untuk menutupi maksud-maksud tertentu dan maksud serta tujuan yang sebenarnya dalam perjuangan nyata ethnic competition. Soal ‘pembatakan’ memang juga sudah dipakai oleh pemerintah kolonial untuk memecah belah berbagai penduduk jajahannya.

KBB (Karo Bukan Batak) adalah ciptaan dan kreasi intelektual Karo dalam mengimbangi dominasi pembatakan yang dilancarkan mulanya oleh pemerintah kolonial dan kemudian oleh Suku Batak (yang mengaku Batak) dalam politik persaingan atau ethnic competition di negeri multi-etnis Indonesia.

Berlainan dengan cara-cara yang selama ini berlaku di negeri ini. Artinya, ethnic competition berjalan dengan ‘rahasia’ karena kompetisi memang ditabukan selama kolonial maupun selama kemerdekaan. KBB muncul dengan cara modern terbaru di dunia yaitu: KETERBUKAAN.

Sekarang, KBB telah terkenal sebagai contoh gemilang tansparansi dan menggambarkan serta mengkedepankan keindahan kultur semua etnis yang ada di negeri ini dan di dunia. Tak ada yang perlu disembunyikan dalam pencerahan KBB. KBB adalah contoh terdepan analisa dan solusi soal besar dunia sekarang yaitu KULTUR atau SIVILISASI.


Leave a Reply