Penggusuran Pajak Delitua Ricuh: Vona Tarigan Kena Lempar Batu

0
270
Delitua 3
Vona Tarigan saat dirawat di Rumah Sakit Delitua.

Supir KPUM 23 Sukses Perawani Pacar di Malam Tahun BaruIMANUEL SITEPU. DELITUA. Ratusan pedagang langsung berteriak histeris begitu sebuah alat berat jenis beko diarahkan menghancurkan kios pasar tradisional Delitua atau disebut Pajak Delitua oleh orang-orang Karo [Rabu 1/4].

Ekskusi yang dilakukan di bawah pengawalan Polsek Delitua, Satuan Sabara Polresta Medan serta Satpol PP Deliserdang sempat terjadi ricuh. Ratusan pedagang langsung berteriak histeris begitu melihat bangunan kiosnya dirusak dengan alat berat.


[one_fourth]Vona Tarigan mendapat beberapa jahitan di wajah[/one_fourth]

Seorang wartawan Metro TV, Vona Tarigan, terkena lemparan batu pada wajahnya saat melakukan peliputan. Melihat hal itu, rekan-rekan wartawan langsung membawa Vona ke RSU Sembiring Delitua untuk mendapat pertolongan medis. Akibat lemparan tersebut, Vona Tarigan mendapat beberapa jahitan di wajah.

“Tadi alat berat itu mulai meruntuhkan bangunan milik pedagang. Tiba-tiba, seorang pedagang yang sedang hamil diteriaki jatuh pingsan. Beberapa pedagang meneriaki. Tapi Satpol PP Deliserdang yang melakukan ekskusi, tidak mempedulikanya. Sehingga pedagang jadi marah, dan melempari Satpol PP dengan kayu dan batu. Lemparanya nyasar ke saya,” kata Vona Tarigan di RSU Sembiring.

Beberapa pedagang ketika diwawancarai oleh Sora Sirulo di lapangan sangat menyesalkan tindakan pembongkaran paksa yang dilakukan oleh Pemkab Deliserdang. Malah nenurut mereka, oknum yang ikut terlibat dalam pembongkaran tersebut tidak manusiawi.


[one_fourth]Kami juga butuh hidup[/one_fourth]

“Kami juga manusia! Mengapa diperlakukan seperti ini?! Kami juga butuh hidup, makan dan membiayai sekolah anak kami. Kalau kami sudah tidak punya usaha lagi, apa yang akan kami perbuat nantinya? Tindakan yang dilakukan kepada kami sungguh tidak manusiawi,” kata Beru Barus, salah seorang pedagang.

Beru Barus ini juga mengatakan dianya itu sudah turun temurun bekerja di Pajak Delitua.

Pantauan Sora Sirulo di lapangan, tampak satu alat berat jenis becho untuk menghancurkan seluruh bangunan kios yang telah dibangun secara permanen. Usai bangunan tersebut diratakan dengan tanah, sejumlah pedagang tampak kembali mengumpulkan puing-puing bangunan yang masih dapat dipergunakan.


Leave a Reply