Bulan Berdarah Sore Ini: Utahken Bulanku Ena, Kala!

1
181

bulan berdarahLORETA KAROSEKALI. AMSTERDAM. Menurut perhitungan Astronomi, hari ini [Sabtu 4/4], akan terjadi Blood Moon (Bulan Berdarah) yang terlihat dari salah satu sisi bumi, meliputi sebagian dari Amerika Serikat, Hawai, Selandia Baru, Australia dan sebagian Asia.

Bulan Berdarah adalah istilah yang diberikan kepada sebuah peristiwa gerhana bulan saat mana kita bisa melihat dari bumi seberapa cepat bumi bergerak ketika posisinya berada tepat di antara matahari dan bulan. Saat itu, bulan terlihat berwarna oranye kemerah-merahan. Makanya disebut Bulan Berdarah, karena warna itu membuat bulan kelihatan seperti sedang berdarah.

Bulan Berdarah jatuh pada hari akhir pekan yang sama dengan Hari Paskah dalam tradisi Yahudi dan Kristen. Di dalam Alkitab dan buku-buku Yudaisme ada tersebut tentang Bulan Berdarah yang dijadikan oleh beberapa penulis buku sekarang sebagai teori tentang tanda-tanda akhir zaman.


[one_fourth]4 Bulan Berdarah yang muncul berurutan[/one_fourth]

Namun, menurut The Washington Post, teori ini terutama ditujukan untuk mempromosikan penjualan buku-buku terkait dengan peristiwa Bulan Berdarah. Buku-buku ini menekankan pentingnya 4 peristiwa Bulan Berdarah yang muncul secara berurutan.

Ini memang menjadi sebuah pantauan menarik dan unik. Tidak setiap gerhana bulan mengakitbatkan Bulan Berdarah. Peristiwa hari ini adalah yang ke tiga dari 4 deretan Bulan Berdarah yang akan jatuh pada Hari Suci dalam agama Yahudi.

Bulan Berdarah 1
Peta penampakan Bulan Berdarah. Semakin berwarna hitam semakin tidak terlihat. Sumber: Space.com

Gerhana bulan total kali ini adalah luar biasa singkat, berlangsung secara keseluruhan hanya 5 menit. Mulai pada Pkl. 19.00 WIB.

Dalam Mitologi Karo, ada sebuah kisah yang mengatakan Matahari ingin menjadi secantik Bulan.

“Apa gerangan yang membuatmu tetap muda dan senantiasa cantik, Bulan?” tanya Matahari suatu ketika kepada Bulan.

“Saya memakan anak-anak saya dan meminum darahnya,” kata Bulan menjawab pertanyaan Matahari.

Secara diam-diam, Matahari pun memakan anak-anaknya dan meminum darah mereka. Tapi, tak taunya, Matahari tetap seperti biasa, kononlah pula menjadi secantik Bulan. Diapun marah sekali dan terus mengejar Bulan untuk membinasakannya.


[one_fourth]terutama yang sudah belajar KBB[/one_fourth]

Konon, menurut kisah itu, pergerakan bulan dan matahari yang kita lihat sekarang ini adalah karena Matahari terus mengejar Bulan. Hingga, di saat-saat tertentu, Matahari (Kala) menemukan Bulan dan berusaha menelannya. Untunglah, anak-anak Karo (terutama yang sudah belajar KBB) telah diajarkan oleh nenek moyangnya untuk menakut-nakuti Kala agar tidak jadi menelan Bulan.

Utahken Bulanku ena, Kala …. Utahken Bulanku ena, Kala ….” kata anak-anak Karo di Kesain sehingga, hingga saat ini, Bulan selalu selamat dari terkaman Matahari.







1 COMMENT

Leave a Reply