Kedermawanan Ma Satpam

0
157

Oleh: Daud S. Sitepu (Papua)

 

kapitalisme ma 3
Penambang belerang pulang pagi hari dari puncak Gunung Ijen, Banyuwangi (Foto: ITA APULINA TARIGAN)

daud  sitepuItikad memberi dari masing-masing orang bisa berbeda-beda. Ma Satpam memberi dengan tulus dan tidak mengharapkan apa-apa. Ini bisa dilihat dari sikap hidupnya yang masih pas-pasan. Dengan mengurangi kenikmatan dari jerih payah dan tidak berharap balasan apa-apa mau menyumbangkan sebagian besar dari gajinya.

Memberi dari kekurangannya. Hatinya terpanggil atas kisah orangtuanya yang pernah ditolong dermawan. Teladan yang baik perlu dicontoh, berprikemanusiaan dan rendah hati.

Jika kita bandingkan dengan G. Soros dan Bill Gate, mereka menyumbang karena kelebihannya. Hartanya banyak dan berlimpah. Jika Bill Gate dan G. Soros seperti Ma dengan gaji pas-pas untuk hidup, maukah mereka menyumbang secara teratur kepada orang miskin?


[one_fourth]triliuner ini merahup kembali keuntungan[/one_fourth] 

Ada aturan main di kalangan jetset atau triliuner, bahwa Anda dianggap jetset atau triliuner jika Anda bisa menyumbang kekayaan Anda dengan jumlah tertentu. Mereka akan masuk dalam group itu dan punya nama orang kaya kelas dunia. Di samping itu, para triliuner ini merahup kembali keuntungan melalu jaringan bisnisnya di seluruh dunia.

Ma Satpam berbuat baik meski tidak pernah kembali uangnya seperti triliuner itu. Bagaimana kembali kalau toh yang dibantu orang miskin sekali dan tidak punya jaringan bisnis. Tetapi, kebesaran hati dan pedulinya Ma si Satpam yang rendah hati ini imbalannya Tuhan sajalah yang akan membalasnya dengan adil.

Julukannya egois bisa jadi orang iri hati, karena dia sekarang sudah menjadi orang tenar atas perbuatannya yang terpuji. Ini teladan yang perlu ditiru oleh siapa saja. Lebih berharga sedikit perbuatan baik kepada sesama dari pada seribu kata benar tanpa implementasi.


Leave a Reply