Regenerasi Perkolong-kolong

1
182

Oleh: Plato Ginting (Yogyakarta)

 

 

perkolong-kolong
Sanggar Seni Sirulo mengembangkan Perkolong-kolong dengan cara lebih sederhana. Lihat juga video di bawah.

plato fotoBeberapa hari lalu aku menonton video perkolong-kolong di Youtube. Menurutku, perkolong-kolong merupakan salah satu bukti kekayaan seni budaya Karo, khususnya seni pertunjukan. Aku belum melihat di suku lain penampilan seni yang menyerupai perkolong-kolong ini. Bisa dipastikan, setiap acara Karo yang menampilkan perkolong-kolong pastilah acara yang cukup besar dengan anggaran dana yang tidak sedikit.

Untuk menjadi perkolong-kolong seperti merupakan talenta unik dan tersendiri. Tidak cukup hanya piawai mengolah nada dalam nyanyian. Seorang perkolong-kolong harus piawai menari dan memiliki selera humor yang tinggi.

Selain itu, perkolong-kolong juga harus mampu bekerjasama dengan pasangannya menciptakan sebuah pertunjukan yang menarik untuk disaksikan. Seringkali mereka juga menyelipkan pesan-pesan dalam setiap penampilannya.

Di Taneh Karo sendiri, perkolong-kolong sudah hidup selama beberapa generasi. Aku tidak terlalu ingat generasi-generasi awal, yang aku ingat adalah generasi Keleng Barus bersama Pasangannya Sri Dewi br Tarigan atau Anita br Sembiring. Kemudian Samuel Sembiring bersama Nana br Ginting. Masih ada beberapa pasangan perkolong-kolong lain yang seangkatan dengan mereka ini.


[one_fourth]Sebut saja Pedro Ginting dengan Dora br Surbakti[/one_fourth]

Satu hal yang membuatku bersyukur adalah sekarang mulai terlihat muncul generasi baru perkolong-kolong yang lebih muda dan menurut ‘feeling’ku mereka ini cukup menjanjikan di masa depan. Ada bakat yang besar pada diri mereka. Sebut saja Pedro Ginting dengan Dora br Surbakti. Lalu ada Lukas Sembiring yang kadang dipasangkan dengan Dora br Surbakti ataupun Icha br Tarigan. Selamat datang dalam kekayaan seni budaya Karo para perkolong-kolong kebanggan Karo.

Bisa kita bayangkan sebuah acara kerja tahun tanpa kehadiran perkolong-kolong? Serasa ada yang kurang. Bintang tamu memang bisa menyemarakkan sebuah acara Karo, namun tanpa kehadiran perkolong-kolong sebuah acara Karo seperti belum terasa sempurna.

Mari kita dukung mereka para generasi baru perkolong-kolong Karo.

Mejuah-juah!



1 COMMENT

Leave a Reply