KONTRADIKSI INTERN PARTAI

0
135

Oleh: Daud S. Sitepu (Papua)

 

daud s sitepu
Saat mempersiapkan instrumen musik menjelang penampilan Sanggar Seni Sirulo di Kerja Tahun Tanjung Barus (Dataran Tinggi Karo) (Foto: Muslim Ramli)

daud  sitepu“KONTRADIKSI adalah tenaga penggerak perubahan dan perkembangan, serta dengan sendirinya juga KEMAJUAN,” kata M.U. Ginting di dalam kolomnya. Setuju sekali dengan pernyataan ini.


Yang menjadi pertanyaan utama terhadap partai-partai yang berseberangan adalah, apakah faktor pemerintah atau faktor intern partai yang menyebabkan kekisruhan di dalam partai-partai?

Melihat kejadian Partai Golkar dengan dualisme kepemimpinan  dan PPP juga sama, apakah memang pemerintah yang salah dan ikut campur terhadap partai-partai ini?

Sejak adanya Undang-undang (UU) No .2 yang menaytakan bahwa, jika di dalam partai terjadi konflik, maka intern partailah yang menyelesaikannya terlebih dahulu. Namun, bila kenyataannya majelis partai tidak bisa menyelesaikannya, apakah akhirnya bermuara di pengadilan?

Jika pemerintah mengambil keputusan melalui menterinya, apakah ini dianggap cawe-cawe dan ikut campur tangan atau membelah partai?


[one_fourth]Kontradiksi intern inilah yang mendorong perubahan[/one_fourth]

Akar permasalahan yang kita lihat, sebenarnya dalam partai itu sendiri yang banyak kontradiksi dalam kepemimpinannya. Puas dan tidak puas serta raport merah para ketua umum menurut penilaian anggota. Kontradiksi intern inilah yang mendorong perubahan yang perlu dijembatani secara intern oleh setiap partai agar tidak terjadi perpecahan dan dualisme.

Jika ada unsur pemaksaan kehendak, cara-cara yang tidak fair merasa paling berhasil memimpin dan tidak mau lagi kompromi untuk kemajuan partai, dapat dipastikan, akan terjadi konflik.

Sebagai jalan keluar, berdamailah dan saling membuka diri. Yang akan rugi jika tidak berdamai adalah partai itu sendiri. Jangan salahkan orang lain. Arif dan bijaklah para pengurus partai. Bukankah sejak dulu bersama?

Jangan haus kekuasaan dan jabatan. Jabatan dan kekuasaan hendaknya dipergunakan untuk kebaikan bersama.


 

Leave a Reply