Menangisi Paskah, Bunga Ungkap Nasib 7 Tahun Digagahi Ayah Kandung

0
292

Supir KPUM 23 Sukses Perawani Pacar di Malam Tahun BaruPaskah 9IMANUEL SITEPU. DELITUA. Tindakan Anto Talambanua (40) warga Kwala Bekala (Medan Johor) benar-benar biadab. Ayah badau ini nekat menggagahi darah dagingnya sendiri, sebut saja Bunga (18) dan Mawar (15).

Menurut pengakuan Bunga saat membuat laporan ke Polsek Delitua [Senin 6/4: sekira 11.00 wib], pelajar kelas 3 SMA ini telah menjadi budak seks ayah kandungnya sejak ia masih di Kelas 6 SD.

Terungkapnya aksi bejat ayah biadab ini terjadi hampir sepekan lalu [Minggu 5/4: sekira 10.00 wib]. Ketika itu, Bunga mengaku baru selesai mandi dan hendak berangkat ke gereja. Sang ayah kembali mengajak Bunga ke ranjang. Kali ini, Bunga tidak mengabulkan permintaan sang ayah dan terus pergi ke gereja.

Meski lepas dari cengkraman sang ayah, bagi Bunga itu hanya untuk sekilas saja. Sepulang dari gereja, sang ayah memaksa Bunga melakukan hubungan intim. Jelas saja, ini menjadi  beban bagi gadis berperawakan kurus ini.

Mengingat Hari Minggu itu berketepatan pula Hari Paskah (mengenang penderitaan Yesus di Kayu Salib), Bunga tidak dapat membendung air mata di saat seorang pendeta berkotbah mencerminkan penderitaan Tuhan Yesus. Dalam benak Bunga, penderitaan Tuhan Yesus sama kejamnya dengan perbuatan ayah kandungnya sendiri pada dirinya. Air mata berderai deras.

Paskah 10Melihat Bunga terus berderai air mata saat kebaktian di gereja, sejumlah jemaat yang duduk di sampingnya menjadi bertanya-tanya. Usai Kebaktian, seorang jemaat memberitahu pendeta atas tangisan Bunga.

Dia kemudian dibawa ke dalam sebuah kamar kusus dan ditanyai. Awalnya, Bunga masih memilih diam meski air matanya tak terbendung menganak sungai. Berkat saran dan doa dari jemaat serta pihak pengurus gereja, Bunga akhirnya mengungkap beban hidup yang selama ini dideritanya.

Usai mendapat penjelasan Bunga, esoknya, didampingi ibunya dan beberapa jemaat gereja serta pendeta, gadis berkulit kuning langsat ini pun diarahkan untuk membuat laporan ke Polsek Delitua.

“Saat aku pertama kali usai ditiduri, ibuku sedang tidak di rumah. Aku diancam mau dibunuh bila memberitahu kepada orang lain. Waktu itu aku masih Kelas 6 SD,” kata Bunga.

Bunga tidak mengetahui lagi berapa kali ia telah ditiduri oleh ayahnya.


[one_fourth]selalu memberikan obat anti hamil[/one_fourth]

“Saya tidak tau berapa kali. Sebelum ayah menindih tubuhku, dia selalu memberikan obat anti hamil. Kalau aku tidak mau meminum obat yang dia berikan, dia memukuli aku,” kata Bunga.

Menurut Bunga, kejadian yang dialaminya sama juga dialami adiknya Mawar (15).

“Mawar juga jadi budak seks bapak selama 3 tahun,” katanya.

Kapolsek Delitua melalui Kanit Reskrim AKP Martualesi Sitepu SH MH ketika dikomfirmasi membenarkan laporan korban.

“Kita sudah menerima laporan korban untuk ditindaklanjuti,” katanya.


Leave a Reply