Menag Buka Sidang Sinode 35 GBKP Kemarin

0
212
sinode
NGOSEI: Plt. Ketua Moderamen GBKP Pdt. Erick J. Barus DTh mengenakan uis (ngosei) Menteri Agama RI pada pembukaan Sidang Sinode GBKP kemarin.

foto nggunturNGGUNTUR PURBA. SIBOLANGIT. Agama tidak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia. Untuk itu, Kementerian Agama terus berupaya meningkatkan kualitas kerukunan hidup beragama. Diperlukan rasa saling percaya antar anggota masyarakat untuk menjadi modal dasar bekerjasama dalam pembangunan. Sikap tulus dan tidak saling curiga secara berlebihan perlu dikembangkan agar kebersamaan dalam membangun negeri yang sejahtera dapat diwujudkan. Bila kerukunan umat dan masyarakat sering terganggu, potensi membangun kehidupan masyarakat akan terhambat dan akhirnya membuat bangsa sulit keluar dari krisis.

Demikian disampaikan oleh Menteri Agama (Menag) H. Lukman Hakim Saifuddin saat membuka Sidang Sinode XXXV GBKP di Retreat Centre Sukamakmur (Kecamatan Sibolangit) [Sabtu 11/4].

Menurut Menag, saat ini, Kementerian Agama sedang mempersiapkan RUU Perlindungan Umat Beragama dengan mengundang semua tokoh agama dalam pembahasannya agar mewakili kepentingan semua umat beragama. Ini dibuat sebagai upaya menyatukan persepsi dalam mengatasi persoalan keagamaan. Menag berharap, Sidang Sinode GBKP dapat mendorong semangat baru dalam penerapan iman, menggairahkan kebersamaan serta memerangi keserakahan dan kezaliman di tengah masyarakat.

“Sidang Sinode ini hendaknya mengajak masyarakat untuk bangkit melawan kemiskinan, kebodohan, tindak kriminalitas dan penyakit sosial,” harap Menag.

Sementara itu Plt. Ketua Moderamen GBKP Pdt. DR Erick J. Barus DTh dalam kata sambutannya menyebutkan, Sidang Sinode adalah program 5 tahunan untuk mengevaluasi program 5 tahun yang lalu dan menetapkan Garis-garis Besar Pelayanan (GBP) GBKP untuk masa 5 tahun yang akan datang. Sidang membahas dan menetapkan Tata Gereja Periode 2015-2025 sebagai dasar pelayanan 10 tahun ke depan.


[one_fourth]diajak bersama-sama menggumuli tema dan subtema Sidang Sinode[/one_fourth]

“Persidangan akbar ini adalah sarana pelayanan khusus untuk membicarakan dan mengambil keputusan tentang pergumulan kehidupan gereja dan tugas panggilan dalam terang Firman Allah sesuai dengan Tata Gereja Bab V pasal 30: 1. Untuk itu, dalam Sidang Sinode ini, kita diajak bersama-sama menggumuli tema dan subtema Sidang Sinode serta mengintegrasikannya ke dalam GBP 2015-2020. Lalu, dibuat nyata dalam program kegiatan tahunan yang disesuaikan dengan tema tahunan selama 5 tahun ke depan,” kata Pdt. Erick.

Dijelaskan, tema sidang “Biarpun Gunung-gunung bergoyang, tapi kasih setiaKu tidak akan beranjak dari padamu (Yesaya 54:10) dan subtema “Kasih Tuhan yang tiada berkesudahan memampukan kita untuk menyatakan kebaikanNya menghadapi segala realita kehidupan”.

Tema dan subtema diangkat dari pergumulan kontekstual dimana selama 5 tahun terakhir (sejak 2010) kita dihadapkan pada peristiwa erupsi Sinabung. Ini berdampak besar bagi kehidupan masyarakat Karo.

“Lewat pergumulan kontekstual ini, gereja perlu meningkatkan spiritualitas/ keimanannya agar tetap setia kepada Tuhan Sang Pencipta dan solidaritas mengatasi pergumulan bersama,” kata Pdt. Erick.

Pdt Erick pada kesempatan itu juga menyampaikan beberapa permasalahan di GBKP berdasarkan penelitian Litbang antara lain kualitas SDM yang masih membutuhkan pembinaan secara kontiniu dan profesional. Kaum muda kurang dipuaskan oleh ibadah gereja hingga mencari alternatif lain. Untuk itu, perlu pelayanan yang lebih sesuai perkembangan zaman. Dibutuhkan inovasi baru dan program yang transformatif untuk menghadapi tantangan zaman. Untuk itu, gereja harus terus bekerja sesuai dengan tritugas gereja (Marturia, Koinonia, Diakonia) dalam bentuk konkrit.


[one_fourth]membawa GBKP ke arah pelayanan seperti Yesus Kristus[/one_fourth]

Sebelumnya, Ketua Umum Panitia Sinode GBKP ke XXXV dan Jubileum 125 tahun tibanya Injil di Karo Ir. Setia Dharma Sebayang MM dalam kata sambutannya mengatakan, Sidang Sinode akan memilih Moderamen yang baru Periode 2015-2020. Pengurus baru ini diharapkan membawa GBKP ke arah pelayanan seperti Yesus Kristus, mempunyai kompetensi, berintegritas, dan berkomitmen dalam pelayanan.

Sidang Sinode diharapkan berlangsung lancar mengacu kepada Tata Tertib, saling menghargai, tidak memaksakan kehendak, lebih mengutamakan kepentingan seluruh jemaat, hingga menghasilkan keputusan strategis untuk pengembangan GBKP yang dapat memberikan manfaat bagi jemaat GBKP serta masyarakat Indonesia.

Sinode dibuka Menag dengan memukul gong didampingi Bupati Karo Terkelin Brahmana SH, Moderamen GBKP, Ketua Umum Panitia Ir. Setia Darma Sebayang dan lainnya. Pada kesempatan itu Menag ditabalkan menyandang merga Barus bebere Sebayang dan dikenakan seperangkat pakaian adat Karo.

Hadir pada acara tersebut Ketua Umum PGI Pdt. Dr. Henriette Lebang, Sekjen GKPI Pdt. Oloan Pasaribu STh, Kombes Tabana Bangun mewakili Kapoldasu, Kolonel Halilintar Sembiring mewakili Pangdam I/ BB, Kapolres Karo AKBP Victor Togi Tambunan, anggota DPRDSU Baskami Ginting, Ir. Derom Bangun, Wakil Bupati Deliserdang H. Zainuddin MARS, Kakanwil Kemenagsu drs. Tohar Bayu Angin dan ribuan jemaat perwakilan seluruh GBKP.


Leave a Reply