Kolom M.U. Ginting: BUMN

0
193
drone
Flyover Jamin Ginting (Padangbulan, Medan) diabadikan dengan drone oleh Nefo Ginting.

M.U. Ginting 2Perjalanan luar angkasa pastilah akan sangat menarik bagi semua orang Indonesia, bukan hanya bagi kalangan akademisinya. Selain mendapat pengetahuan baru atas penyelidikan sendiri tetapi juga kebanggaan sebagai satu nation tersendiri yang tak kalah dari negara-negara lainnya. Sebelum menjelajah angkasa, bisa juga dipikirkan lebih dahulu bikin satelit sekitar bumi saja, lebih murah dan lebih banyak kegunaan praktisnya.

Ketika Indosat dijual oleh Megawati 10 tahun lalu, banyak yang menyayangkan karena kegunaan praktis dan aktual perusahaan BUMN Indosat sebagai bagian dari kepentingan strategi info dan inteligensi Indonesia dalam menangani dan menguasai info-info elektronik orang-orang Indonesia jangan sampai berada di tangan orang asing.

Megawati menjual Indosat katanya karena kurang duit, misalnya untuk bikin perumahan tentara dan polisi. Walaupun, menurut ahli ekonomi Kwik KG, masih banyak yang lain bisa dijual kalau hanya bikin perumahan. Marwan Batubara pendiri Serikat Pekerja Indosat juga berpendapat sama seraya menambahkan bahwa penjualan itu banyak kaitannya dengan kepentingan korupsi berbagai pihak.

Bagi orang asing, memang sangat strategis untuk menguasai dan mengontrol aliran informasi Indonesia, rakyat Indonesia dan pejabat tinggi seperti Presiden RI. Ini baru terasa dan sangat terlihat sekarang, kegunaan strategis dari Indosat. Sekarang ada pikiran untuk beli kembali atau bikin satelit sendiri yang baru.


[one_fourth]pemimpin negeri berkembang ditipu hidup-hidup[/one_fourth]

Untuk membeli kembali Indosat tentu harganya bukan main, orang naikkan seenaknya saja. Namanya juga dagang dan tadinya pun penuh penipuan dan kelicikan sehingga orang asing itu beli Indosat dengan harga murah. Pengetahuan bisnis Mega tentu tak bisa dibandingkan dengan pengetahuan bisnis orang-orang bisnis kawakan dunia ini. Bukan sekali dua kali pemimpin negeri berkembang ditipu hidup-hidup seperti itu. Untuk bikin satelit baru tentu lebih mahal lagi.

Ketika Jokowi bicara soal drones untuk mengontrol dan memata-matai kapal-kapal pencuri ikan sekitar perairan Indonesia, lantas orang bertanya bagaimana bisa mengoperasikan drones memata-matai kapal pencuri itu kalau tak punya satelit untuk membantu mengendalikan drones itu. Sekarang Indosat di tangan orang asing. Tentu mereka akan mencampuri perjalanan drones atau mengganggu, atau malah membohongi kalau pakai Indosat.

Di samping itu, pengetahuan yang sangat penting ialah bahwa pencurian ikan itu terbanyak diakibatkan oleh pejabat setempat kasih izin gelap kepada kapal-kapal itu. Ini tak mungkin dimata-matai dengan drones. Karena itu, bagi penyelamatan ikan-ikan kita yang malang itu, yang paling baik ialah dengan cara primitif saja. Pakai alat tangan dan kaki serta otak atau hati nurani yang jujur menghilangkan izin gelap yang dikeluarkan oleh ‘pejabat ikan’ setempat negeri ini.

Dalam kongres PDIP lalu, Megawati menasihati pemerintah Jokowi supaya tidak lagi menjual BUMN kepada orang asing. Dia juga malah menduga kalau di istana ada pihak oportunis dan pihak modal asing yang bertentangan dengan politik berdikari atau Trisakti Soekarno.

“Masak saya oportunis,” kata Luhut Panjaitan dalam menanggapi sentilan Megawati.


Leave a Reply