Wisata Keagamaan di Taman Iman Dairi

1
249

foto nggunturimanNGGUNTUR PURBA. SIDIKALANG. Untuk memperkuat iman umat beragama serta menunjukan kerukunan umat beragama di Indonesia, Kabupaten Dairi memiliki lokasi wisata rohani yang menjadi daya tarik wisatawan.

Lokasi wisata yang dikelola Pemkab Dairi ini menampilkan 5 miniatur bangunan keagamaan serta sejarah agama yang ada di dunia.

Berjalan-jalan di Kabupaten Dairi kuranglah lengkap bila kita tidak mampir di lokasi wisata iman yang menjadi andalan kabupaten ini. Tempat wisata iman ini terletak di Kecamatan Sitinjo di Dataran Dinggi Tanoh Pakpak. Tempat ini menampilkan tempat-tempat ibadah umat dari 5 agama yang terdapat di Indonesia; Islam, Katolik, Protestan, Hindu dan Budha.

Wisata murah meriah ini selain menampilkan rumah ibadah, yang juga menjadi daya tarik pengunjung adalah adanya patung-patung sejarah dan perjalanan agama seperti sejarah kelahiran Yesus hingga sejarah penyalipan Yesus. Untuk umat Islam, terdapat miniatur bangunan Ka’bah dan gua Hiraq serta miniatur sejarah Islam lainnya.

Lokasi wisata ini berada di tempat tinggi pegunungan sehingga memiliki pemandangan yang cukup indah. Seorang pengunjung yang ditemui Sora Sirulo di tempat itu mengatakn sangat menikmati lokasi wisata keagamaan ini.

“Jalan-jalan ke sini sekalian mempertajam iman dan berwisata di lokasi wisata rohani satu- satunya di Indonesia ini,” katanya saat Sora Sirulo menanyakan kesannya berkunjung ke tempat ini.

Pihak Pemkab Dairi sendiri sebagai pengelola wisata mengaku membangun lokasi wisata ini dengan cara swadaya para donatur ratusan bangunan. Seperti patung-patung dan rumah ibadah, dibangun dari bantuan para donatur yang ada di seluruh Indonesia pada Tahun 2004.

“Kunjungan wisatawan domestik dan manca negara ke tempat ini terus menerus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun,” kata pihak pengelola kepada Sora Sirulo.


1 COMMENT

  1. Pandai juga Dairi bikin atraksi turis dengan tema agama ini. Tiap kabupaten memang harus ada pencipta daya tariknya sehingga tiap kabupaten/daerah bisa dibedakan dari kabupaten/daerah lainnya secara kultur maupun alamnya. Itulah perbedaan yang ada artinya dan perbedaan yang menarik dalam pikiran dan hati manusia.

    Begitulah juga tiap daerah punya sepesifik tadisi dan kulturnya yang juga bisa akan jadi daya tarik tersendiri bagia manusia lain yang berlainan kulturnya. Makanya tak perlu sok bersatu menghapuskan perbedaan kayak era Soeharto. Sekarang era perbedaan, tunjukkan perbedaan jangan sembunyikan dengan kedok ‘persatuan dan kesatuan’ orbais.

    Atraksi turis ini dibangun ketika era bupati Tumanggor seorang asli Pakpak Dairi. Dan itu dibangun diatas Bukit Tano Pakpak, sengaja tentu. Setelah Tumanggor lengser seterusnya Dairi Pakpak ini berada dibawah kekuasaan pendatang sampai sekarang. Apalagi setelah orang Pakpak ‘diusir’ ke daerah bagian barat Dairi bikin Pakpak Bharat 2003. Tumanggor menggunakan kesempatan bikin kabupaten baru ini maksudnya ‘menyelamatkan’ Pakpak dari proses kepunahannya di Dairi yang sudah dibawah pengaruh kultur dan kekuasaan pendatang secara total.

    Apakah cara ‘hijrah’ ini adalah cara terbaik menyelamatkan satu suku, memang masih diskutabel. Proses yang sama hampir juga berjalan di Simalungun mau bikin kabupaten sendiri tetapi kemudian dihentikan oleh orang Simalungun sendiri. Bagi pendatang di Simalungun tentu sangat meringankan dominasi mereka. Begitu juga Berastagi ketika mau dipisahkan dari Tanah Karo yang kemudian juga dihentikan. Pembentukan kota Berastagi sangat perlu dan bisa didukung jika memang untuk mendirikan propinsi Karo.

    Itulah juga proses sekarang sedang melanda seluruh Eropah, gerakan daerahisme, dimana gerakan nasionalis tiap negeri sedang berkobar melebihi gerakan nasional abad 18. Partai-partai nasionalis eropah sudah jadi partai ke 3 tiap negeri, bahkan di Perancis terakhir sudah jadi partai nr 2.

    Hampir 200-300 tahun eropah mendiamkan nasionalismenya. Hitler memunculkan gerakan dan pemikiran nasionalisme ini ini pada permulaan dan pertengahan abad lalu, tetapi ternyata dapat tentangan besar dari dunia karena perasaan nasionalisme Hitler terlalu berambisi melanggar keadilan bagi rakyat-rakyat lain atau nation lain. Nasionalisme bukan ideologi penjajahan tetapi ideologi untuk membahagiakan nationnya sendiri, bersih dari dominasi dan kekuasaan pendatang, dan mendukung tiap gerakan nasional dari negeri-negeri lain juga, jangan berusaha menekan atau menindasnya.

    Gerakan nasionalisme adalah gerakan suci dari hati sanubari tiap nation, tiap negeri, tiap daerah kultur. Penghargaan terhadap gerkan nasionalisme/ethnonasionalisme adalah penghargaan terhadap kultur dan way of thinking rakyat-rakyat dunia dan ini akan menjdadi warisan tak ternilai harganya bagi generasi-generasi manusia yang akan datang untuk selama-lamanya.

    MUG

Leave a Reply