Kolom M.U. Ginting: PETUGAS PARTAI (Bau Kentut)

0
113

M.U. Ginting 2Kentut 1Istilah ‘petugas partai’ yang dipakai Mega telah jadi tema diskusi yang akan susah dapat kesimpulan memuaskan karena bisa diterjemahkan atau ditinjau dari banyak segi.

Satu seginya ialah, kalau semua menteri dari berbagai partai di kabinet Jokowi melaksanakan ‘tugas partai’ masing-masing, pasti berabe juga. Karena tugas presiden atau menteri ialah tugas negara untuk rakyat bukan tugas partai untuk partai masing-masing.

Tetapi, kalau dibilang maksudnya ialah menjalankan Trisakti Soekarno, tak perlu ada yang membantah, karena itulah yang telah dijanjikan sejak semula dan itulah juga yang menjadi cita-cita mayoritas rakyat Indonesia.


[one_fourth]hanya bikin semua bau kentut saja[/one_fourth]

Kalau dibilang tugas Jokowi sebagai presiden adalah ‘petugas partai’ diplintir, bagaimanapun akan janggal. Membela atau menyalahkan istilah ini tak ada ujungnya dan hanya bikin semua bau kentut saja, karena debat ini juga tak ada gunanya bagi pencerahan rakyat negeri ini. Paling pendek ialah kalau Mega cabut saja istilah itu daripada mengulang-ngulangi maksudnya. Manusia takĀ  pernah luput dari kesalahan, serius atau ringan.

Kebesaran manusia sering ditentukan juga oleh sikap menghadapi soal kesalahan ini. Kesalahan menempatkan istilah ini memang tidak parah, tapi tidak berarti bahwa ini tidak bisa ditinjau ulang dalam arti evaluasi diri.

Megawati sudah banyak bikin pembaruan (keberanian) dalam pidatonya di kongres itu dilihat dari segi perkembangan pemikirannya dalam memperjuangkan tugas suci partai PDIP, yang memang betul-betul ingin berjuang untuk Trisakti Soekarno, yang juga menjadi cita-cita rakyat negeri ini. Pidato Mega banyak disusun oleh anaknya Prananda, sangat tegas membantu Mega dalam politik patriotis kakeknya Soekarno.


[one_fourth]Pembeli Indosat sudah berhasil menipu ketika membeli Indosat[/one_fourth]

Evaluasi tidak berarti membela yang lama seperti halnya juga dengan membela ulang penjualan Indosat, ada resiko mobilisasi pembohongan baru untuk menutupi kebohongan lama. Orang yang paling disenangkan adalah orang yang sudah membeli Indosat. Kalau mau membelinya balik, harganya akan setinggi langit. Pembeli Indosat sudah berhasil menipu ketika membeli Indosat. Bahwa dia akan terus menipu tak perlu diragukan lagi.

Dalam soal bisnis penjualan BUMN memang diperlukan pengetahuan bisnis yang ‘tinggi’. Saya bikin tanda kutip sebab pengetahuan pebisnis itu umumnya mengorganisasi penipuan dalam mengincer SDA negeri berkembang.

Itulah pengetahuan bisnis orang-orang ini. Terlihat bagaimana mereka mengorganisasi bisnis ketika Indosat mau dijual. Harganya jadi harga barang mati, sangat rendah di bawah normal. Itulah bisnis ‘tinggi’ nya.


Leave a Reply