7 Kali Beraksi Begal Berkelewang, Sihombing Diringkus

0
231
begal 7
Salomo Sihombing saat diinterogasi Kanit Reskrim Polsek Delitua AKP Martualesi Sitepu.

Supir KPUM 23 Sukses Perawani Pacar di Malam Tahun BaruIMANUEL SITEPU. DELITUA. Seorang pelaku begal berkelewang diciduk oleh Unit Reskrim Polsek Delitua di tempat persembunyianya [Selasa 14/4: Malam]. Pelaku begal ii bernama Salomo Erikson Sihombing (21), warga Jl. Perkutut Gg. Natio No 26, Kelurahan Helvetia (Kecamatan Helvetia).

Menurut informasi yang diperoleh Sora Sirulo, Salomo diringkus karena melakukan aksi begal terhadap Puput Melati (23) warga Jl. Mawar, Kelurahan Sari Rejo (Medan Polonia) [Senin 12/1: sekira 06.00 wib].

Kejadiannya saat korban sedang melintas di Jl. Jamin Ginting, Kelurahan Kwala Bekala (Medan Johor) dengan mengendarai kereta Honda Beat BK 6791 ACQ. Salomo bersama 3 rekannya memepet korban dengan menggunakan kereta jenis RX King dan Yamaha Scorpio. Ketiga temannya ini masih melarikan diri dan sudah ditetapkan sebagai DPO. Mereka adalah AR (22) warga Kutacane (Aceh Tenggara), REH (22) warga Jl. Perkutut Gg. Cempaka Raya, Kelurahan Helvetia Raya dan RS (19) warga Jl. Perkutut, Helvetia.


[one_fourth]menodongkan senjata tajam ke pinggangnya[/one_fourth]

Menurut Kanit Reskrim AKP Martualesi Sitepu, ketika korban berhenti, salah seorang dari pelaku menodongkan senjata tajam ke pinggangnya dan lalu dipaksa menyerahkan keretanya. Begitu kereta milik korban dikuasai, para pelaku langsung melarikan diri.

“Esoknya [Selasa 13/1], korban membuat laporan ke Polsek Delitua sesuai dengan Laporan Polisi Nomor, LP/ 61 / K / l /2015 /Spkt / sekta delta, tanggal 13 januari 2015,” kata Martualesi Sitepu.

Setelah menerima laporan korban, polisi langsung melakukan penyelidikan. Satu dari keempat pelaku telah berhasil ditangkap. Sementara, tiga rekannya masih terus diburu. Menurut Martualesi Sitepu, tersangka akan dijerat Pasal 365 KUHPidana dengan ancaman 9 tahun penjara.

Adapun Salomo Erikson Sihombing saat diwawancarai oleh Sora Sirulo mengaku telah berulangkali melakukan aksi begal. Biasanya yang menjadi target komplotannya adalah pengendara kereta perempuan, anak tanggung atau juga pengendara kereta yang sedang melintas sendirian di jalan.

“Saya sudah 7 kali ikut main, bang. Biasanya di wilayah Padangbulan, Jl. AH Nasution, Simalingkar dan wilayah Polsek Patumbak,” kata Salomo.

Setiap sukses merampok, kereta rampokan mereka jual rata-rata seharga Rp 2 juta kepada penadah. Dari hasil penjualan, Salomo mengaku mendapat bagian Rp 700 ribu.

“Aku dapat 700 ribu, bang. Uangnya aku buat beli baju dan kebutuhan hidup sehari-hari,” katanya.


Leave a Reply