Menghadapi Siswa Nakal (2)

0
159

Oleh: Oca Putra Ginting

Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung
Pendidikan Sosiologi

 

 

Oca GintingItulah beberapa sebab mengapa siswa berperilaku “nakal” saat di sekolah. Saat kita tahu latar belakang masalah perikau murid kita, tentunya kita akan merasa iba dan kasihan. Oleh karena itu, mari kita sebagai pendidik mulai menghentikan label negatif kepada siswa.

Beberapa tips di bawah ini bisa kita coba untuk mengatasi perilaku siswa yang “nakal”, adalah:

  1. Berdo’a untuk anak tersebut

Ucapkan namanya setiap kita berdo’a. Berharaplah apa yang kita minta akan dikabulkan Tuhan dan saat kita menghadapinya kiranya Tuhan mengkaruniakan kesabaran pada diri kita. Yakinlah dia akan berubah, karena keyakinan itu adalah doa. Dia pasti berubah, entah itu besok, lusa, atau kapanpun.

  1. Carilah info yang lengkap tentang siswa yang dianggap “nakal”.

Tujuannya adalah agar kita lebih paham tentang latar belakangnya. Harapannya kita akan lebih bisa bersabar dan pengertian dalam menangani perilakunya.

  1. Hentikan ucapan atau label “nakal” pada siswa tersebut.

Kita tahu ucapan adalah do’a. Jika kita mengucapkan kata nakal secara tidak langsung kita berdo’a agar dia menjadi nakal. Katakanlah yang baik-baik untuknya, walau bagaimana pun perilaku dan perkataannya.

  1. Panggilah dia ke ruang BK.

Ajaklah dia berbicara empat mata dan dari hati ke hati. Tanyakanlah kepada siswa tersebut tentang harapannya, permasalahannya, atau sebab dia berbuat “nakal”. Dengan hal ini kita jadi lebih tahu tentang dirinya dan permasalahan yang sedang ia hadapi. Pada akhirnya, berilah ia solusi, motivasi dan arahan.

  1. Latilah dia dengan rasa tanggungjawab.

Hal ini bisa dilakukan dengan kita memberikan dia kepercayaan. Contoh: menjadi muadzin, mengumpulkan kas kelas, membantu kita merekap buku tabungan, atau dengan melibatkan dia dalam kegiatan OSIS dan ROIS (meskipun dia bukan penggurus OSIS dan ROIS). Hal ini akan membuat dia merasa dibutuhkan dan diperhatikan. Tujuan akhirnya adalah agar dia tahu mana hak dan kewajibannya/ tanggungjawabnya sebagai siswa.

  1. Apabila siswa tersebut berbuat “nakal”.

Maka, tergurlah dengan pelan-pelan dan jangan dibentak atau dimarahi. Karena siswa tipe seperti ini tidak akan berubah bila dimarahi. Mereka butuh didekati, diperhatikan, dan diajak berdiskusi, serta berilah mereka motivasi agar bisa berubah menjadi lebih baik. Katakan pada mereka, “saya yakin kamu bisa lebih baik lagi dari kamu yang sekarang”, “saya akan merasa bangga bila kamu bisa lebih baik dari kamu yang sekarang”.

  1. Apabila siswa tersebut berbuat “nakal”.

Jjanganlah diberikan hukuman fisik, seperti push up, set up, atau jalan jongkok. Ini justru akan menimbulkan rasa dendam dan jiwa melawan/ membangkang pada siswa. Tapi, berikanlah dia hukuman seperti sholat dhuaha atau membaca Al-Qur’an.

  1. Buatlah perjanjian bila siswa tersebut berbuat “nakal”.

Rekamlah dengan HP dan suruhlah dia mengucapkan janji agar tidak mengulangi perbuatannya. Bila dia mengulangi lagi, panggillah siswa tersebut dan putarlah rekamannya.

  1. Berilah dia pilihan.

Berbuat baik konsekuensinya baik atau berbuat “buruk” konsekuensinya buruk.

  1. Bila siswa tersebut berbuat baik. Maka, pujilah dia. Pujian kita akan mebuat dia merasa bahwa usahanya dihargai dan diperhatikan oleh orang lain.

Itulah sedikit tips dari saya. Semoga dapat memberikan manfaat. Prinsipnya adalah tidak ada siswa yang “nakal”.Yang ada adalah siswa kurang perhatian dan salah bergaul. Percayalah mereka bisa berubah.

Perubahan itu akan bisa terjadi bila dimulai dengan strategi dengan menggunakan pendekatan hati. Bisa melalui tangan kita, atau mungkin tangan orang lain. Semoga bermanfaat dan selamat mencoba

SELESAI 


Leave a Reply