Sindikat Curanmor Digulung Polsek Biru-biru

0
161

Supir KPUM 23 Sukses Perawani Pacar di Malam Tahun Baru

curanmor 2
Tersangka Onik ketika diamankan

IMANUEL SITEPU. BIRU-BIRU. 2 pelaku yang terlibat sindukat Curanmor diringkus oleh Unit Reskrim Polsek Biru-biru [Kamis 16/4]. Keduanya adalah Syahputra alias Putra (23) warga Gg. Genteng Desa Mekar Sari (Delitua) dan Dedi Saputra Nasution alias Onik (35) warga yang sama.

Informasi diperoleh Sora Sirulo, tertangkapnya kedua tersangka berawal setelah Polsek Biru-biru menerima laporan korban, Karbon Ginting (47), warga Dusun 1 No 37 Desa Sidomuliyo (Kecamatan Biru-biru) [Rabu 15/4: sekira 16.00 wib]. Dalam laporannya, Karbon Ginting mengaku kehilangan 2 kereta miliknya dari dalam rumahnya [Jumat 10/4: sekira 02.00 wib]; Yamaha Scorpio BK 3622 CM dan Honda Supra 125 BK 3776 KV.

Menurut Karbon Ginting yang didampingi putranya Hari Okta Ginting (23), kawanan pencuri yang lebih dari satu orang itu berhasil masuk ke dalam rumahnya dengan cara merusak gembok pagar dan selanjutnya masuk ke dalam gudang untuk mengambil 2 kereta miliknya. Dia mengaku merugi hingga Rp 25 juta rupiah.

Begitu menerima laporan korban, Tim Reskrim Polsek Biru-biru langsung melakukan penyelidikan. Mereka mendapat kabar [Kamis 16/4] bahwa tersangka Putra yang memiliki usaha reperasi jok kereta di Desa Mbarue (Kecamatan Biru-biru) beberapa hari lalu menukar beberapa onderdil kereta Yamaha Scorpio BK 2105 AX miliknya dengan kereta bodong.

Beranjak dari informasi berharga ini, Unit Reskrim Polsek Biru-biru langsung mendatangi lokasi usaha reparasi jok kereta milik Putra. Saat Putra diinterogasi, awalnya dia tidak mengakui. Pun demikian, petugas tidak mudah dikelabui. Bersama kereta Yamaha Scorpio warna merah miliknya, tersangka Putra lalu dibawa ke Polsek Biru-biru untuk dikonfrontir dengan korban.

Di Mapolsek Biru-biru, Putra tidak dapat berkelit lagi. Anak Karbon Ginting, Hari Okta Ginting mengetahui pasti kalau beberapa onderdil yang melekat di kereta Scorpio milik Putra adalah onderdil kereta Scorpio miliknya yang hilang beberapa hari lalu.

“Saya kenal dari lingkar belakang ada bekas sompel. Demikian juga dengan tromol belakangnya ada bekas lem. Tutup tromol dan cagaknya telah dicrum. Ini sudah jelas bagian dari kereta saya yang hilang,” kata Hari Okta Ginting di Polsek Biru-biru.

curanmor
Korban Hari Okta Ginting (berbaju biru) mengambil onderdil keretanya yang telah dikokang.

Mendengar penjelasan Hari Okta Ginting kepada petugas, Putra pun mengakui kalau sejumlah onderdil keretanya seperti lingkar, tromol, cagak, batok lampu, garpu, sok depan dan belakang dikokangnya di kawasan Jl. Pinang, Delitua [Jumat 10/4].

“Aku dijumpai si Onik, katanya ada yang mau kokang kereta Scorpio. Waktu aku tanya, katanya kereta yang mau ditukar tambah itu mau ditarik showroom. Waktu itu aku bayar Rp 350 ribu,” aku Putra.

Mendapat informasi dari Putra, Unit Reskrim Polsek Biru-biru hari itu juga melakukan pengembangan. Onik akhirnya berhasil diringkus di kediamannya sore itu dan, lalu, digelandang ke Mapolsek Biru-biru. Namun, di kantor Polisi, Onik tidak mengakui kalau ia ikut terlibat dalam pencurian 2 kereta milik Karbon Ginting yang hilang di rumahnya.

“Saya bukan pelakunya, Pak. Aku hanya perantara kokang kereta itu. Aku cuma dapat imbalan Rp 50 ribu,” kata ayah 2 anak ini kepada petugas.

Onik yang mengaku hanya tamatan SD ini selanjutnya mengatakan, kereta Yamaha Scorpio curian tersebut disebutnya adalah milik KL alias KJ (buron) warga Jl. Pinang, Delitua.

“Aku juga gak tau kereta itu curian, Bang. Kata si KL itu, keretanya mau ditarik showroom makanya onderdilnya mau ditukar. Aku pun kasih tau ke Putra,” kata bungsu dari 6 bersaudara ini.

Kapolsek Biru-biru melalui Kanit Reskrim Ipda Baheramsyah SH ketika dikomfirmasi membenarkan 2 tersangka yang terduga terlibat dalam sindikat Curanmor.

“Keduanya telah kita amankan dan masih kita periksa. Sementara, identitas pelaku yang lain sudah kita kantongi dan masih dalam pengejaran,” katanya.


Leave a Reply