Kolom M.U. Ginting: IHAN BATAK

0
215

M.U. Ginting 2Sora Sirulo memberitakan, Forum Intelektual Harapan Anak Negeri Batak (FORUM IHAN BATAK) akan menggelar Seminar Nasional Inovasi dan Teknologi Informasi (SNITI) di Toledo Inn, Tuktuk Siadong (Samosir) [5-6 September 2015]. Sekjen Marzuki Sinambela menjelaskan kepada wartawan, tajuk seminar adalah Pemanfaatan Kearifan Lokal Melalui Inovasi Teknologi Informasi Guna Terciptanya Pengembangan Potensi Wilayah di Daerah.

Ada 3 komponen dalam artikel ini yang akan dikombinasikan untuk mencapai suatu perkembangan yang berguna bagi daerah Batak. Pertama ada Forum Intelektual Batak, ke dua Kearifan Lokal, dan ke tiga ialah TI.

Seminar ini mencakup banyak soal dengan haraapan seberapa yang bisa jalan nanti, sesuai tentu dengan way of thinking orang Batak. Kalau mau mencapai 5 katakanlah 10. Terbalik dengan orang Karo, yang inginnya 10 tetapi dikatakan cuma 5 ha ha ha . . . Begitu juga banyak yang akan dilibatkan, seberapa yang datang saja . . . Ini dari segi leluconnya, lelucon Batak dan Karo he he he . . .

Dari segi lain, inisiatif ini adalah inisiatif yang sangat bagus dan semua daerah etnis lain patut menirukan dan menggunakan semua kekuatan intelektualnya agar ikut ambil bagian dalam pembangunan daerah. Abad sekarang membangun negeri dari daerah, dari kekuatan lokal atau kearifan lokal itu. Apalagi nanti kalau inisiatif ini bisa berhasil dalam kenyataan, yang lain patut  mencatat dan mempelajari.

Itulah kerjasama dan saling belajar antar daerah etnis dan diterapkan di daerah kultur masing-masing dengan kekuatan kearifan local. Artinya, kekuatan yang ada dalam kultur dan way of thinking tiap etnis.

Dari perkembangan inisiatif seperti ini terlihat penyaluran ethnic competition yang sehat, menggunakan kearifan lokal di tiap lokal kultur. Jadi, tak perlu lagi pakai taktik persaingan ’open borders movement’. Tak perlu menirukan taktik burung cuckoo yang mengembangkan genetisnya di kandang burung lain.

Atau seperti Prof. Frank Salter bilang ‘the open borders movement is profoundly immoral’.


Leave a Reply