IMKA Medan Merevolusi Diri Dalam Berseni Karo

1
265

tamsaka 4Tamsaka 5SALMEN KEMBAREN. MEDAN. Selama ini, acara IMKA (Ikatan Mahasiswa Karo) selalu diidentikkan dengan gendang guro-guro aron. Tapi, kali ini, IMKA Medan beralih ke apresiasi seni dan budaya Karo. Ini terlihat pada acara yang dihadiri dengan penuh antusia oleh sekitar 1500an penonton di Jambur Tamsaka (Medan) [Sabtu 18/4].

Berbagai pementasan seni baik tari kreasi, ndikkar, tari tradisi, musik tradisional dan busana Karo klasik ditampilkan sebagai wujud penghargaan terhadap seni dan budaya Karo.

IMKA Hukum dan FISIP USU, misalnya, menampilkan tari kreasi Karo modern. IMKA Unimed menampilkan tari peselukken. Sedangkan IMKA FIB USU melalui Grup Etno Siroga menampilkan musik instrumental. Sedang Karo Tracker Community mementaskan tari Perang Haru melawan Gajah Mada Majapahit.

Acara juga dibuka dengan pelantikan pengurus IMKA FISIP USU periode 2015 oleh Rosmiani beru Kembaren. Ia berharap agar IMKA semakin mengedepankan acara yang bermanfaat bagi pengembangan diri mahasiswa bukan hanya sekedar hiburan.

tamsaka 6Dosen FISIP USU dan beberapa tokoh juga hadir dalam acara tersebut seperti Robinson Kembaren, Rasudyn Ginting, Maja Purba, Ebeneser Karo-karo, Eben Haezer Ginting dan lainnya. Bungaria Sembiring dalam pemasu-masunnya berharap agar mahasiswa Karo semakin gigih dalam belajar dan mengembangkan budaya Karo.

Acara pementasan seni budaya yang bertemakan Mela Mulih Adi La Rulih ini juga diselingi oleh penampilan artis-artis Karo seperti Averiana Br Barus, Ernawati br Ginting dan artis Karo lainnya. Acara ditutup dengan pementasan Ndikkar dari Lingga dan menari bersama.

Eben Haezer Ginting mewakili tokoh politik Karo merasa tersentuh dengan tema yang digadang IMKA tahun ini. Ia menghimbau agar seluruh mahasiswa Karo memantangkan berpulang kalau belum berhasil.

tamsaka 1
Bintang Tamu yang juga vokalis Sanggar Seni Sirulo, Erna br Ginting, menyanyikan Ngampu Ate Tedeh

Orangtua mahasiswa juga banyak yang hadir dalam acara ini. Seorang orangtua mahasiswa dari Karo Gugung mengaku bangga melihat anaknya dapat ikut berpartisipasi dalam kegiatan tradisional seperti ini. Ia sendiri sudah sangat jarang terlibat dalam kegiatan serupa.

“La kuarap beluh bage anakku e landek maka tehndu,” ujarnya bangga.

Para orangtua yang hadir dalam kata sambutannya juga mengapresiasi acara dan menyatakan agar mahasiswa sebagai ujung tombak pengembangan budaya Karo.

“Lebih baik membuat kegiatan seperti ini daripada jatuh ke pergaulan bebas,” kata mereka senada.

tamsaka 7Beberapa orangtua rela pulang Pukul 04.00 pagi demi melihat anak-anak mereka melakonkan penghargaan seni budaya Karo.

Foto head cover: Tari Perang Haru melawan Gajah Mada Majapahit ditampilkan oleh Karo Tracker Community (Koreografer dan Sutradara: Salmen Kembaren)


1 COMMENT

  1. “Lebih baik membuat kegiatan seperti ini daripada jatuh ke pergaulan bebas,” kata mereka senada.

    Ini kegiatan terpuji, bikin kebanggaan dan juga memberikan harapan. ‘Pencerahan dan Harapan’, mengulangi ungkapan dari alm Sutradara Ginting.

    MUG

Leave a Reply