Kuliah, Yuk!

1
142

Oleh: Joppy Kheristian Sinulingga (Medan)

 

joppy 7
Sekelompok mahasiswa Karo di sebuah kampus di Medan.

Joppy 1Mungkin banyak yang bertanya: “Mengapa saya harus kuliah, toh nanti akhirnya nyarik kerja juga?”

Kuliah bukanlah membentuk karakter untuk bekerja di suatu perusahaan tertentu. Kuliah adalah pembentukan karakter untuk mempersiapkan diri di dalam berbagai kondisi ke depannya yang antara lain adalah untuk menginspirasi kita menciptakan lapangan kerja serta melatih diri berkomunikasi dengan sesama mahasiswa. Di dalam perkembangan diri manusia amatlah dibutuhkan suatu interaksi yang akan membantu individu-individu untuk berkomunikasi.

Melihat kondisi Taneh Karo yang makin lama makin menurun jumlah mahasiswanya, khususnya di universitas-universitas negeri yang ada di Medan, sungguh sangat miris. Perbandingan yang semakin membesar antara jumlah generasi muda Karo yang kuliah dengan yang tidak kuliah merupakan sangat mengkhawatirkan.

Apakah dalam benak kita kuliah itu memang tidak penting?

Kuliah memang bukan satu-satunya cara tapi salah satu cara untuk menciptakan diri yang lebih baik lagi. Kesempatan itu sudah di depan mata. Mengapa tidak berjuang? Orang Karo dikenal sebagai orang yang gigih dan pintar. Pada jaman dahulu, nenek moyang kita sangat  disegani.

Lalu, mengapa kini kita seperti Terbelakang dan terlupakan?

Seperti yang diajarkan Tuhan kepada manusia, pakailah akal dan pikiranmu untuk mensejahterakan sesamamu manusia dan semua yang telah diciptakan Tuhan. Bukan jamannya lagi mengandalkan harta atau tanah. Harta yang paling penting dan tidak habis-habisnya adalah ilmu pengetahuan.

Kami mengajak kawan-kawan dan adik-adik Karo untuk kuliah bersama kami dan menambah ilmu bersama kami. Bagi orangtua kami, hendaknya mendorong adik-adik kami untuk kuliah agar terbentuk karakter yang lebih baik, dan ilmu yang lebih lebih.

Mengingat jumlah orang Karo yang kuliah semakin menurun, maka, marilah pemuda-pemudi Karo. Ayo kuliah ….


1 COMMENT

  1. Betul sekali dan tepat momennya sekarang ini bahwa untuk survival satu kultur/etnis tak ada jalan lain selain dengan pengetahuan yang cukup. Kekurangan pengetahuan dan ditambah lagi dengan kekurangan keaktifan (pasif) satu kultur/etnis adalah faktor utama kepuhannnya dalam darwinian competition. Banyak suku yang sudah punah dan yang bakal punah sekarang secara jelas menunjukkan gejala ini. Karo beruntung generasi mudanya sudah melihat jelas ancaman ini. Ayo, kuliah! Cari pengetahuan dengan segala cara.

    MUG

Leave a Reply