Gurukinayan Akan Tinggal Kenangan

1
323
gurukinayan 7
Terlihat tiang-tiang rumah siwaluh jabu setelah bangunan rumahnya hangus terbakar oleh hembusan awan panas dari kawah Sinabung.

astrea purbaASTREA PURBA. KABANJAHE. Selain mengakibatkan terbakarnya banyak rumah di Desa Gurukinayan (Kecamatan Payung), awan panas yang disemburkan oleh Gunung Sinabung beberapa hari lalu [Selasa 24/4] juga menyebabkan kerusakan lingkungan sekitar desa itu.

Banyak pohon besar yang tumbuh di sekitar kaki Gunung Sinabung dekat Grukinayan hangus terbakar. Rumah-rumah yang tidak terbakar pun menjadi rusak berat dan terancam roboh oleh hembusan awan panas itu.

Sebagaimana dituturkan oleh seorang warga setempat kepada Sora Sirulo [Jumat 1/5], banyak tempat di sekitar Gurukinayan tertimbun tebal oleh debu vulkanik Gunung Sinabung. Perkuburan umum kampung itu ikut tertimbun debu vulkanik.

“Makam keluarga kami yang terletak di dekat kaki gunung sudah tertimbun oleh abu vulkanik,” katanya dengan ekspresi kosong melompong tanpa tatapan masa depan.

Untuk bisa membayangkan bagaimana dramatisnya timbunan debu vulkanik, seorang warga lainnya menggambarkan bagaimana sebuah jurang yang dulunya sangat dalam kini tertimbun abu vulkanik dan hampir rata dengan bibir jurang.

Di lain pihak, tidak ada seorang pun atau institusi yang mana pun berani meramalkan kapan erupsi Gunung Sinabung akan berhenti. Bisa beberapa tahun lagi, bisa berpuluh tahun lagi atau mungkin tidak akan pernah berhenti lagi.

Sepertinya, sudah sulit membayangkan warga akan kembali tinggal di Gurukinayan seperti sedia kala. Kalau sudah demikian situasinya, apalagi yang hendak ditunggu sehingga belum merelokasi warga?


1 COMMENT

  1. Dulu sewaktu saya masi kecil, gurukinayan tempat yang paling strategis memandang Sinabung yang masi hijau…
    sekarang benar-benar tinggal kenangan…

Leave a Reply