Kolom M.U. Ginting: DRONE (Sirulo TV)

0
191

 

Nefo
Foto: Nefo Ginting

M.U. Ginting 2Perkembngan teknik perang dan peralatan perang kelihatannya sedang dalam ’tahap terakhir’, setelah dari tombak atau bambu runcing sampai ke tingkat bom atom. Tombak untuk menyerang, perisai bertahan, tank untuk menyerang dan bertahan sekali gus. Pesawat udara penyerang sudah semakin tak bisa diandalkan karena sebelum menyerang sudah bisa ditembak jatuh dengan peluru kendali yang semakin canggih. Tak bisa diatasi/dihindari oleh pesawat terbang.

Pesawat-pesawat tempur ini sudah akan memasuki sejarahnya yang terakhir abad ini. Pesawat-pesawat tempur baru lebih banyak dibeli dan digunakan untuk pameran atau hiburan bagi pilot-pilot tempur yang masih terpakai. Biaya alat perang satu ini sangat mahal, selalu jadi diskusi dan debat keras dan berkepanjangan dalam pembeliannya.

Elit politik banyak negeri menggunakan debat ini untuk kepentingan politik masing-masing. Berlainan dengan drones yang bisa dipakai untuk semua kebutuhan perang sedang asyik-asyiknya mengembangkan diri. Sebagai mata-mata, dan bisa mengendalikan peluru kendali dari jarak jauh. Tak perlu kirim serdadu atau tank atau pesawat terbang tempur. Juga bisa mengirimkan dan mengenalikan peluru kendali bom atom untuk menghancurkan satu kota.

Nefo 2
Hasil pemotretan dengan drone oleh Nefo Ginting

Kalau semua sudah punya drones dan peluru kendali serta semua dikendalikan dari rumah atau negara sendiri, apakah masih ada gunanya perang? Musyawarah dan pertemuan antar negara mungkin sudah lebih aktual dalam era drones dan peluru kendali.

Pesawat terbang dan helikopter masih tetap bisa digunakan dan dikembangkan untuk membantu kehidupan manusia. Begitu juga drones bisa dimanfaatkan dan dikembangkan untuk tujuan yang sama. Di China, dikembangkan dan digunakan juga untuk kepentingan pertanian, menyiram, mengedarkan pupuk dan juga bisa jaga burung pengganti pantar Karo.

China sekarang mempromosikan drones untuk keperluan perang. Mereka tahu akan laku laris dan banyak yang akan memesannya. Bisnis drones untuk perang dalam perkembangan. China pandai bisnis.

Indonesia sebenarnya tidak kalah dalam soal kreasi dan mencipta, tetapi bukan untuk bisnis. Indonesia bukan bangsa bisnis, tetapi bangsa yang lebih bersifat manusiawi dalam soal mencipta. Karena itu dalam soal menciptakan drone untuk kepentingan kemanusiaan, Indonesia lebih cocok.

Catatan redaksi: 

Sejak sekarang, beberapa liputan Sora Sirulo akan dilengkapi dengan liputan kamera video yang menggunakan drone seperti contoh di bawah ini.



Leave a Reply