Pride goes before the fall

1
174

Deddy Sukanta Ginting

 

deddy sukantadebatKemegahan atau rasa kebanggaan akan membawa kepada kejatuhan. Seseorang dapat dibutakan oleh kemegahan dari apa yang selama ini ia banggakan. Buta sampai ke titik bahwa seseorang itu kemudian menjadi tidak mampu mengamati kelemahan atau kesalahan di dalam hal yang dibanggakan itu.

Terlalu bangga terhadap sesuatu dapat membuat kita mengabaikan kelemahannya, apakah itu praktek bisnis, ideologi politik atau doktrin agama.

Banyak member yang terlibat dalam diskusi ini (tentang sebuah lukisan di grup fb Jamburta Merga Silima, red.) (lihat foto kanan atas) terlihat sangat bangga menjadi orang Kristen. Saya tidak akan mengkritik kebanggaan itu, namun harus dimengerti bahwa, dengan menjadi Kristen, tidak memberi kita kekebalan akan kritik dari siapa saja.

Gambar ini seharusnya adalah hal yang sehat bagi pertumbuhan dan kedewasaan berkeyakinan. Dari kacamata saya, gambar ini merupakan otokritik terhadap semua keyakinan dan agama. Dari sisi kekristenan, gambar ini memberi pesan bahwa pergi ke gereja tidak menghasilkan bagi kita kekristenan, sama seperti masuk ke garasi tidak menghasilkan bagi kita sebuah mobil.

Kekristenan saat ini meyakini bahwa Tuhan itu berkarya lewat manusia untuk membuat peraturan, sistem dan membangun gedung serta lembaga-lembaga. Kontra persepsi dengan itu, kalau menurut saya, setiap peraturan, sistem, atau lembaga-lembaga apapun jika ia memang benar dari Tuhan, maka haruslah mereka semuanya itu bekerja untuk membangun kemanusiaan.

Kekristenan yang murni seperti diajarkan Yesus lebih memperhatikan seorang anak manusia yang lapar daripada memperhatikan hari atau bangunan yang disucikan. Kekristenan sejati lebih mengagungkan sesama manusia daripada mengagungkan tempat ibadah, ibadah atau ritual-ritual lainnya.

Banyak yang meminta postingan ini dihapus karena, menurut mereka, itulah cara yang benar dalam membela Tuhan. Banyak yang gagal memahami, Tuhan itu seharusnya dipertahankan di dalam, bukan di luar. Membela Tuhan itu adalah dengan mengarahkan ketidakbenaran di dalam diri masing-masing.

Bagaimanapun, ketidakbenaran yang terjadi di luar adalah akibat ketidakbenaran yang dilepaskan dari dalam. Arena perang sesungguhnya untuk pertunjukan kebaikan bukanlah pada tanah lapang yang terbuka luas untuk dilihat publik, tapi pada sebuah lapangan kecil yang butuh dibersihkan, yaitu hati dari tiap-tiap kita.

Terakhir, gambar ini adalah karya seni. Menyinggung orang adalah pekerjaan seniman. Ketika anda tersinggung terhadap satu karya seni, itu menantang anda untuk berpikir tentang mengapa sesuatu itu mempengaruhi anda.

Orang-orang yang tersinggung, diberi hak berdasarkan prinsip kebebasan berbicara untuk menyuarakan pendapat mereka tentang artis dan seni itu, dimana hak yang sama dimiliki sang artis menggambar atau menulis apa saja yang dia inginkan pula. Jadi, menyuruh sang artis berhenti melukis apa yang ingin dia lukis adalah pelanggaran hak, sama seperti menyuruh admin di sini menghapus postingan apa saja yang ingin diposting, adalah pelanggaran pula.


1 COMMENT

  1. ”Bagaimanapun, ketidakbenaran yang terjadi di luar adalah akibat ketidakbenaran yang dilepaskan dari dalam. ”

    Artikel ini merupakan analisa yang bagus dari segi dialektika pikiran tesis-antitesis-syntesis.

    MUG

Leave a Reply