PEMIMPIN

1
122

Daud S. Sitepu (Papua)

 

pemimpin 1
“Pong anak rumah ena, momo!” demikian seruan pemimpin tradisional Karo di malam hari mendatangi rumah-rumah warganya, diperankan oleh Salmen Sembiring dalam penampilan Sanggar Seni Sirulo di Asrama Haji, Medan (Foto: Muslim Ramli)

daud  sitepuPemimpin yang dibutuhkan itu pasti selalu ada orangnya, tapi terbatas. Pula punya karakter seperti itu banyak, yang pada akhirnya berubah karena tekanan dari atas, tekanan dari bawah dan lingkungan oleh alasan-alasan kepentingan yang lebih luas atau kepentingan tertentu.

Hal inilah yang membuat seorang Sekjen/ pemimpin yang baik menjadi sulit didapat. Dia tidak bisa bergerak bebas karena banyaknya benturan bahkan banyak usaha disinkronkan dengan kepentingan-kepentingan.

Pak SBY semasa pemerintahannya 2 periode apakah sudah masuk kategori kuat, baik, berani dan energik? Atau baik namun lemah atau baik dan kuat tapi tidak berani? Yang kita lihat adalah kecenderungan mempertahankan kekuasaan dengan aman. Mencoba terus tebar pesona, dan mengeluh tentang ancaman, tentang gajinya, dll. Dalam upaya mempertahankan kekuasaan yang langgeng, dia menggandeng semua partai yang mau berkoalisi dan berikan jabatan-jabatan atau sesuatu yang lain dengan alasan sama-sama membangun bangsa.

Apakah keberanian seperti itu yang diharapkan?

Kita lihat menjelang berakhirnya kekuasaannya, pesonanya menurun tajam dengan partainya sekaligus. Bahkan, yang lebih tragis, banyaknya menteri ditangkap oleh KPK. Apakah ini yang dimaksud kuat berani?

Saya sependapat bahwa Sekjen partai harus mempunyai karakter kuat, energik, baik, berani dan mampu menselaraskan kepentingan partai dengan visi misi dari pusat sampai daerah. Namun, lebih penting lagi, mempunyai jiwa kepemimpinan yang baik, kuat dan bersemangat serta terlatih dan berpengalaman. Mampu melihat jauh ke depan dibandingkan dengan yang lain-lain dan berusaha meraihnya.

Untuk menjadi seorang Sekjen partai, haruslah punya energi, punya minyak yang bisa menyalakan api semangat dan mempunyai keuangan yang mapan. Pintar, berani dan bersemangat tapi tidak punya uang juga tidak akan banyak pengaruh. Hari-hari urus partai, untuk makan keluarga dari mana?

Kunjungan ke daerah dan pertemuan-pertemuan semua itu membutuhkan biaya. Kalau partainya tidak mapan dalam hal keuangan, tidak akan mencapai sukses. Wong keuangan saja susah. Siapa yang mau urus partai kalau hidup hanya dari sumbangan sukarela? Terus menerus akan bermasalah.

Masalah yang timbul adalah jika keuangan partai kurang memadai saat menjabat peluang korupsi sangat dekat. Buktinya sudah kita lihat di jaman Pak SBY sendiri. Berapa banyak orang dekatnya ditangkap oleh KPK dan juga menteri dari teman koalisi partai?

Partai butuh Sekjen yang baik energik, kuat, berani berindak, jujur dan mempunyai integritas. Bukan untuk Sekjen saja, tapi untuk semua lini, pemimpin anak bangsa butuh ini. Termasuk diri kita sendiri sebagai pemimpin rumah tangga. Dari komunitas terkecil sampai pada pemimpin bangsa dan negara.

Foto head cover: Juara R. Ginting


1 COMMENT

  1. Pemimpin yang langsung dibutuhkan sekarang ini ialah yang mau dan berani nantang koruptor. Untuk itu dibutuhkan keberanian (boldness) kebalikan dari cowardness. Cowards bukan hanya tak menyelesaikan apapun tetapi juga dibenci Tuhan, karena “God hates cowards. And the cowards that the Lord is referring to are the men and women who know the truth but refuse to speak it,” kata seorang pendeta terkenal Franklin Graham. Karena itu kebenaran harus terus diomongkan, omongkan, sekali lagi omongkan. Pemimpin Karo dan Jokowi jangan mau jadi sasaran kebencian Tuhan.

    MUG

Leave a Reply