10 Tahun GIKI Cimahi: Momen Untuk Berbagi

0
353

GIKI 7GIKI 2EDI S. GINTING. CIMAHI. Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahunnya yang ke-10, Gereja Injili Karo Indonesia (GIKI) Jemaat Cimahi mengadakan 3 kegiatan yang dibagi ke dalam dua bagian. Bagian pertama bersifat internal yaitu Kebaktian Ulang Tahun dan Perayaan Ulang Tahun [Minggu 19/4].

Dalam kegiatan itu, diadakan Sakramen Baptisan Kudus, Sidi, dan Perjamuan Kudus di gereja. Setelah itu, jemaat berpindah ke Kampus Tiranus untuk mengadakan perayaan. Kegiatan perayaan dimulai dengan makan siang dan diteruskan dengan berbagai permainan yang diikuti oleh semua anggota, termasuk anak-anak kecil.

Bagian ke dua bersifat eksternal, yaitu Ceramah atau Seminar Keluarga Kristen dan Gendang Guro-guro Aron (Hiburan Karo).

GIKI 4Ada 2 latar belakang mengapa Ceramah Keluarga Kristen dilakukan. Satu, GIKI melihat partisipasi umat Kristen di dalam penyelenggaraan negara mengalami kemunduran tahun demi tahun. Penyebabnya bisa saja karena kurangnya kualifikasi yang dimiliki oleh orang-orang Kristen atau kurangnya kesempatan yang diberikan kepada umat Kristen.

Apapun penyebabnya, GIKI memandang perlu mempersiapkan warga gereja yang memiliki kualifikasi memadai untuk terlibat dalam berbagai peran di tengah-tengah bangsa dan negara.

Dua, di Tahun 2045, ketika Indonesia memperingati Proklamasi yang ke-100, tahun itu disebut Tahun Emas dan akan ditetapkan orang-orang terbaik bangsa sebagai generasi emas. Oleh karena itu, baik lembaga pemerintah maupun lembaga non-pemerintah melakukan berbagai kegiatan untuk mempersiapkan generasi emas tersebut.

GIKI sebagai wadah berkumpulnya umat Kristen, khususnya dari Suku Karo, ikut terpanggil berkontribusi bagi perwujudan generasi emas dari antara orang-orang percaya. Itulah sebabnya, diadakan Seminar Keluarga Kristen yang dilanjutkan dengan acara Gendang Guro-guro Aron [Sabtu 16/5].

Tema Seminar Keluarga Kristen adalah Seven Ways of Parenting atau Tujuh Cara Mengasuh. Konteks keadaan yang harus menjadi perhatian orangtua ialah Begalisme, Prostitusi Anak, dan Narkoba pada Anak.

Pembicara adalah anggota majelis pengerja GIKI Cimahi ayang juga seorang ahli psikiatri anak dan remaja, yaitu Dr. dr. Veranita Pandia SpKJ (K) MKes. Dia sehari-harinya banyak terlibat dalam pembinaan dan pemulihan anak-anak yang mengalami berbagai-bagai masalah di Rumah Sakit Hasan Sadikin (Fakultas Kedokteran Unpad, Bandung).

GIKI 3Seminar yang dihadiri utusan dari berbagai gereja dan lembaga Kristen di Kota Bandung dan Cimahi ini membahas berbagai tantangan yang dihadapi oleh orangtua Kristen. Oleh karena itu, pembicara menawarkan 7 cara pengasuhan yang diharapkan dapat meminimalisasi terjerumusnya generasi muda ke dalam berbagai kegiatan yang kontraproduktif.

Seminar yang diadakan di Blessing Room, Bandung Trade Centre (BTC Mall) Jl. Dr. Junjunan Pasteur ini berakhir pada Pukul 12.30 Wib, diteruskan dengan Makan Siang. Panitia menyelenggarakan acara ini secara gratis termasuk konsumsi makan siang dengan minuman ringan dingin yang dipersembahkan oleh seorang anggota jemaat.


[one_fourth]Budaya[/one_fourth]

 

Bagian ke dua dari kegiatan adalah Budaya. Tujuan diadakannya kegiatan budaya ini, khususnya ‘landek-landek’ dengan iringan keyboard Karo, adalah memperkenalkan satu unsur budaya Karo kepada anak-anak yang masih kecil dan juga memberi ruang kepada anggota jemaat, termasuk generasi muda untuk bergembira dengan sarana budaya Karo.

GIKI 5Oleh karena itu, acara budaya ini melibatkan seluruh jemaat dan juga mengundang orang-orang Karo dari berbagai gereja yang ada di Bandung dan Cimahi. Tiap-tiap kelompok diberi kesempatan menari dan menyanyi lagu-lagu Karo. Panitia mengharapkan dan menyampaikan kepada anggota jemaat supaya hanya menyanyikan lagu-lagu Karo.

Pada saat anak-anak menyanyi, panitia mendorong orangtua memberikan ‘cokong’ atau uang dukungan ke jari-jari anak-anak yang menari dan menyanyi. Tujuannya adalah memberikan motivasi kepada anak-anak. Padahal, kepada orangtua, panitia melarang diberikan cokong-cokong.

Semestinya, acara berakhir Pukul 19.00 Wib malam, tetapi karena semua masih bersemangat menari dan menyanyi, acara baru berakhir pada Pukul 21.00 Wib malam.

GIKI 6Gereja GIKI Cimahi merencanakan kegiatan ini setiap tahun dengan lebih baik dan lebih luas dari cakupannya, termasuk partisipasi kepada masyarakat luas dalam berbagai bentuk yang mungkin dilakukan.


Leave a Reply