Dampak Erupsi Sinabung Lebih Luas dari Radius 5 Km

0
160

Alexander Firdaust Meliala (Medan) 

 

ngguntur purba 153
Foto: Ngguntur Purba

alexander firdaustBeberapa waktu lalu kami sempat berbincang-bincang dengan adik-adik anggota IMKA AMIK MBP yang juga merupakan anggota Percaka (Persatuan Catur Karo) Medan. Saya sempat menanyakan bagaimana dampak erupsi Sinabung di kampung masing-masing yang kebetulan memang relatif jauh dari Sinabung (15 s/d 40 km).

Dua dari adik-adik yang saya tanyakan, masing-masing berasal dari Desa Perbulan (sekitar 40 km dari Sinabung), dan Desa Buluhnaman (sekitar 15 km dari Sinabung) mengaku di kampung mereka terasa terasa dampak erupsi Gunung Sinabung.

Tebaran debu vulkanik Sinabung yang kerap melanda, membuat keberadaan pertumbuhan tanaman petani di desa mereka kurang maksimal. Rata-rata hasil produksi pertanian menurun, mulai dari produksi tanaman jagung, cabe, bahkan tanaman keras seperti kemiri.

“Setamat SMA tahun 2013 lalu, aku sempat memutuskan jadi petani. Saat itu, aku memutuskan untuk menanam jagung dengan bibit sebanyak 3 karung. Ternyata tanaman jagungku kerap terpapar abu vulkanik Sinabung, sehingga saat panen, hasil yang diharapkan tidak maksimal. Karena kegagalan itulah akhirnya saya memutuskan kembali kuliah dan mengurungkan niat menjadi petani,” ujar salah satu anggota IMKA AMIK MBP Rusmadi Ginting yang berasal dari Desa Perbulan.

Dari seluruh diskusi yang kami lakukan ketika itu, dapat ditarik kesimpulan bahwa dampak erupsi Gunung Sinabung tidak terbatas pada radius 5 km seperti yang ditetapkan oleh pemerintah, tapi meluas ke seluruh wilayah Kabupaten Karo.

ngguntur purba 164Ketika pada diskusi kemarin itu saya mengajak teman-teman anggota IMKA AMIK MBP melakukan survei langsung ke seluruh desa-desa di Kabupaten Karo di luar radius 5 km Sinabung untuk mencari tahu seberapa besar dampak erupsi Sinabung, tapi tampaknya teman-teman belum siap. Padahal data itu tentunya sangat penting sekali didapatkan untuk mengetahui secara riil dampak erupsi Gunung Sinabung di lapangan, khususnya di luar radius 5 km ini.

Ketika teman-teman anggota IMKA AMIK MBP belum siap untuk melakukan survei terkait dampak erupsi Gunung Sinabung diluar radius 5 km, bagaimana kalau kegiatan ini dilakukan secara bergotongroyong? Artinya seluruh anggota IMKA se Kota Medan dilibatkan dalam kegiatan survei ini, khususnya bagi seluruh teman-teman IMKA yang terlibat dalam gerakan ‪#‎SaveTanahKaro kemarin?

Paling tidak rencana ini dapat dijadikan sebagai tindak lanjut kebersamaan dari teman-teman IMKA yang sudah bersatu di gerakan #SaveTanahKaro.



Leave a Reply