Pengungsi Sinabung Belum Mejuah-juah (1)

1
94

Stepanus Purba (Medan)

 

stepanus purbaosarMereka belum mejuah juah. Itulah yang ingin saya sampaikan melalui tulisan ini. Ya, mereka, saudara kita para korban erupsi Gunung Sinabung, tidak dalam keadaan mejuah-juah.

Meraka saat ini hidup dalam penderitaan yang sangat luar bias dan tiada hentinya. Ada baiknya, sebelum kita berkata mereka mejuah-juah, mari kita sempatkan sejenak melihat langsung dan merasakan langsung menjadi korban saat ini.

Penanganan bencana erupsi Sinabung masih sangat jauh dari harapan kita semua. Pemerintah dalam hal ini sangat jelas terlihat tidak mampu menangani bencana ini sendirian, karena ketidakmampuan sumber daya yang dimiliki Pemkab Karo, baik Sumber Daya Manusia maupun alokasi anggaran.

Sebagai contoh sederhana, saya tidak mengerti apa yamg mendasari pemerintah mengambil keputusan melaksanakan serah terima kunci rumah di Relokasi Siosar untuk warga korban bencana Sinabung tanpa menyediakan lahan pertanian yang diharapkan sumber produksi penghuninya.

Muncullah dugaan seolah-olah Pemkab Karo ingin segera lepas tangan dalam menangani Sinabung. Terkesan memaksakan diri melaksanakan  penyerahan rumah, agar terlihat bekerja dengan baik. Jadi, dapat kita simpulkan, hanya pencitraan belaka.

Korban erupsi Sinabung sudah tentu memerlukan rumah. Tapi, apakah rumah yang menjadi kebutuhan utama mereka? Apakah dengan serah terima rumah kepada pengungsi persoalan utama bisa selesai? Kebutuhan pokok pengungsi Sinabung tidaklah rumah yang berdiri tegak, melainkan bagaimana agar sumber produksi mereka bisa kembali bekerja.

Korban erupsi Sinabung butuh dapur yang bisa mengepul, anak anak yang bisa sekolah dengan nyaman, pemuda desa memiliki lapangan kerja. Itulah kebutuhan utama pengungsi Sinabung.

BERSAMBUNG


1 COMMENT

  1. Erupsi Sinabung terus bergulir, inisiatif dan kegiatan anak-anak muda kita juga bergulir terus.

    ”Korban erupsi Sinabung butuh dapur yang bisa mengepul, anak anak yang bisa sekolah dengan nyaman, pemuda desa memiliki lapangan kerja. Itulah kebutuhan utama pengungsi Sinabung.” (SP)

    Bagus dan konkret analisa dan tuntutan SP yang sangat objektif. Generasi muda Karo sudah lebih pandai bikin analisa dan tuntutan konkret kepentingannya sebagai suku dan satu kultur/daerah otonom tersendiri di Sumut. Peristiwa negatif Sinabung ini bisa juga dalam batas yang mungkin telah diubah jadi positif, seperti analisa dan tuntutan konkret ini.

    Kita tidak akan berhenti untuk terus menuntut perbaikan, banyak yang sudah terkabulkan dan terpenuhi, tetapi semakin terlihat juga dalam kenyataan tak mungkin semua dipenuhi. Tetapi Karo akan terus bikin analisa dan tuntutan yang wajar dalam perbaikan nasib pengungsi yang dipaksakan kepada mereka oleh letusan dan erupsi yang tak pernah berhenti sudah hampir 2 tahun. Yang positif ini kita teruskan untuk mendalami dan mengangkat ke permukaan satu persatu misalnya yang mungkin dilaksanakan atas dasar solidaritas sesama Karo dan sesama bangsa negeri ini. Misalnya dalam soal sekolah, guru suka-rela pastilah ada termasuk suka rela mengabdi di pedesaan pengungsi atau di perkampungan baru.

    Dalam soal olahraga juga sesama warga/pemuda desa-desa itu bikin organisasi dan kegiatan olah raga. Bantuan ekonomi dan finansialnya selain dari pemda/pusat, bisa juga dari hasil patungan suka rela dari kita semua, seperti selama ini juga sudah sangat bagus berjalan misalnya Gebu Karo. Kegiatan olah raga penting membangun fisik dan mental anak-anak untuk meningkatkan dan mempertahankan sikap/watak membangun yang percaya diri.

    Di Tailand GBKP bikin promosi solidaritas Sinabung, kegiatan luar biasa. Di desa-desa pengungsi ini bikin kegiatan nyata pula.

    Di Belanda juga tak mau ketinggalan terutama grup Tartar Bintang inisiatif JG.
    Di lapangan merdeka Medan juga telah ditunjukkan solidaritas Karo ini. Di Jakarta ada keluarga Karo ITB, Bekasi, Bogor dst. Luar biasa semua, banyak terjadi perubahan setelah formasi. Ayo anak-anak muda, dimana lagi dan apa lagi. Tunjukkan dan keluarkan kreasi luar biasamu!

    Karo bisa ini, itulah kebanggan kita juga.
    Marilah kita orang Karo terutama anak-anak mudanya terus berinisiatif dan bikin kegiatan.

    Jika diam saja tak akan ada perubahan. Omongkan, tuliskan, bikin.

    MUG

Leave a Reply