Kolom M.U. Ginting: Ayok Min, Anak Muda!

0
153
save tanah karo 18
SaveTanahKaro dari sebuah pendakian Guntung Semeru. Foto: ITA APULINA TARIGAN.

M.U. Ginting 2Erupsi Sinabung terus bergulir, inisiatif dan kegiatan anak-anak muda kita juga bergulir terus.

”Korban erupsi Sinabung butuh dapur yang bisa mengepul, anak anak yang bisa sekolah dengan nyaman, pemuda desa memiliki lapangan kerja. Itulah kebutuhan utama pengungsi Sinabung,” tulis Stepanus Purba.

Bagus dan konkret analisa serta tuntutannya yang sangat objektif. Generasi muda Karo sudah lebih pandai bikin analisa dan tuntutan konkret kepentingannya sebagai suku dan satu kultur/ daerah otonom tersendiri di Sumut. Peristiwa negatif Sinabung ini bisa juga dalam batas yang mungkin telah diubah jadi positif, seperti analisa dan tuntutan konkret ini.

Kita tidak akan berhenti untuk terus menuntut perbaikan. Banyak yang sudah terkabulkan dan terpenuhi, tetapi semakin terlihat juga dalam kenyataan tak mungkin semua dipenuhi. Tetapi, Karo akan terus bikin analisa dan tuntutan yang wajar dalam perbaikan nasib pengungsi yang dipaksakan kepada mereka oleh letusan dan erupsi yang tak pernah berhenti sudah hampir 2 tahun.

Yang positif kita teruskan untuk mendalami dan mengangkatnya ke permukaan satu per satu segala yang mungkin dilaksanakan atas dasar solidaritas sesama Karo dan sesama bangsa negeri ini. Misalnya, dalam soal sekolah, guru suka-rela pastilah ada termasuk suka rela mengabdi di pedesaan pengungsi atau di perkampungan baru.

daust 4
Pengurus Percaka (Persatuan Catur Karo) Medan: Steven Amor Tarigan (kiri), Alexander Firdaust Meliala (tengah), dan Gema Kristo Tarigan (kanan)

Dalam soal olahraga juga sesama warga/ pemuda desa-desa itu bikin organisasi dan kegiatan olah raga. Bantuan ekonomi dan finansialnya selain dari Pemda/ Pusat, bisa juga dari hasil patungan suka rela dari kita semua, seperti selama ini juga sudah sangat bagus berjalan misalnya Gebu Karo. Kegiatan olahraga penting membangun fisik dan mental anak-anak untuk meningkatkan dan mempertahankan sikap/ watak membangun yang percaya diri.

Di Tailand, Moria GBKP bikin promosi solidaritas Sinabung, kegiatan luar biasa. Di desa-desa pengungsi ini bikin kegiatan nyata pula.

Di Belanda juga tak mau ketinggalan terutama grup Tartar Bintang inisiatip Juara R. Ginting dan Kinok Surbakti. Di Lapangan Merdeka Medan juga telah ditunjukkan solidaritas Karo ini. Di Jakarta ada Keluarga Besar Karo ITB, Bekasi, Bogor, dst. Luar biasa semua. Banyak terjadi perubahan setelah formasi.

Ayo anak-anak muda! Di mana lagi dan apa lagi? Tunjukkan dan keluarkan kreasi luar biasamu!

Karo bisa ini, itulah kebanggan kita juga. Marilah kita orang Karo terutama anak-anak mudanya terus berinisiatif dan bikin kegiatan. Jika diam saja tak akan ada perubahan. Omongkan, tuliskan, bikin!



Leave a Reply