Relung Kehidupan: SDM

0
108

Joni Hendra Tarigan (Pengalengan)

 

sdm
Peragaan membuat masakan tradisional Karo di Pesta Mejuah-juah Berastagi 2015. Foto: ASTREA PURBA.

joni hendra tariganKerap kali kita mampu melontarkan kritikan atau pun saran terhadap kebijakan pemerintah atau siapapun pembuat kebijakan di sekitar kita. Kita seperti pakar yang mengkritik kesalahan dari sebuah kebijakan dan memberikan paparan kebijakan apa yang seharusnya dikeluarkan. Tetapi jika saya mencoba mengambil perpotongan garisnya, maka semua itu sepakat bahwa SDM-lah yang harus diperbaiki. Mudah sekali memang mendapatkan titik lemah dari kesemerautan yang terjadi.

Saran, kritikan yang tajam, akan tetapi tidak mampu berbuat apa-apa adalah salah satu contoh lemahnya SDM itu sendiri. Saya juga berfikir: “Jangan-jangan saya mempersoalkan SDM dan ternyata saya sendiri adalah bagian dari masalah SDM itu.”

Di tengah kehidupan yang semakin berlari dengan cepat (yang berleha-leha tentu mendapatkah hasil leha-leha) kita  dituntut kreatif untuk berguna bagi diri sendiri dan bagi orang lain. Kreatif ini sangat penting, karena jika kita memikirkan orang lain setelah kita selesai dengan diri kita, maka untuk hal memikirkan orang lain akan tertunda (tidak ada kata terlambat).

Sikap kreatif yang saya maksud adalah bagaimana kita bisa menyelesaikan permasalahan diri sendiri dan secara bersamaan kita juga mencoba menyelesaikan permasalah orang lain. Bagi sebagian orang mungkin hal ini hanya omong kosong, tetapi bagi saya, hal ini bukan hal yang rumit.

Dalam pekerjaan sehari-hari, saya sibuk dengan bekerja-belajar-bekerja. Semakin saya gali, semakin banyak yang harus saya gali lebih dalam dan saya menemukan, untuk melakukan tugas saya secara utuh dan juga cakupan yang luas, maka saya membutuhkan bantuan orang lain. Pada titik ini saya berfikir bahwa saya butuh orang. Kebutuhan tenaga pembantu ini cukup fisik saja, mengukur, mengawasi selesai. Akan tetapi saya memilih bahwa saya bertanggungjawab agar orang yang membantu saya harus memahami kenapa saya membutuhkan bantuan.

Sambil membantu saya, saya mencoba memberikan paparan dengan sederhana agar mudah dipahami. Jadi, ia tidak sekedar menyelesaikan pekerjaan tetapi memahami pekerjaan sehingga ilmu dari setiap kegiatan itu dapat diperoleh dan dapat ditingkatkan. Pengalaman, keahlian dan ilmu itu kemudian disertifikasi dan kemudian dapat digunakan untuk perkembangan karirnya. Saya sampaikan, kita harus berfikir bahwa suatu saat perusahaan tempat kita bekerja bisa saja bangkrut dan tutup. Kita harus siap untuk itu, yakni dengan terus bekerja-belajar-bekerja sehingga keterampilan kita diperlukan oleh orang lain atau perusahan- perusahaan lain.

sdm 2
Pendakian Gunung Semeru. Foto: ITA APULINA TARIGAN.

Setiap kali ada pekerjaan saya ajak berdiskusi pandangan-pandangan yang saya miliki dan saya juga memancing yang membantu saya untuk menyampaikan pandangannya. Setiap saat saya usahakan begitu, sampai nanti keahliannya dapat disertifikasi. Hasil dari sertifikasi ini berguna bagi perusahaan, berguna bagi dirinya sendiri dan saya sendiri terbantu dengan kualitas pekerjaan yang bagus.

Dalam hati saya kerap kali mempunyai ide-ide mengembangan SDM, dan inilah salah satu cara yang saya lakukan untuk membangun SDM saya sendiri dan orang lain. Seandainya yang membantu saya itu berhasil, maka anaknya 4 orang bisa ia  hidupi dan sekolahkan maka 6 orang akan terbantu perbaikan SDM-nya.

Ada satu lagi yang sedang magang yang juga saya coba dampingi. Anak magang biasanya tidak dianggap atau malah dicuekin. Maka kembali saya melihat bagaimana saya membuat SDM-nya lebih baik. Dengan apa yang saya miliki, saya coba bangun pemahamannya mengenai Turbine, Pompa dan Motor. Pada ahirnya ia akan bisa menjadi dokter untuk memonitor kondisi Pompa dan Turbine. Seandainya ia punya anak 3 (sekarang masih 1) maka 5 orang akan tertolong pengembangan SDM-nya. Total dari 2 orang ini, maka kemungkinan besar bisa memperbaiki kehidupan 10 orang.

KITA TAU UNTUK YANG BESAR ITU SULIT, TETAPI MENGAPA KITA MEMILIH BERHENTI SEBELUM MEMULAINYA?


Leave a Reply