Benarkah Pengunduran Diri Blatter dari Presiden FIFA?

1
139

fifa 6LORETA KAROSEKALI. AMSTERDAM. Kemarin [Selasa 2/6], ada undangan temu pers dari FIFA di Zurich tanpa menyebutkan tema dari temu persnya. Rupanya, temu pers itu adalah untuk mendengarkan pidato pengunduran diri Sepp Blatter dari kedudukannya sebagai Presiden FIFA terpilih sehari sebelumnya.

Meski memenangkan pemilihan kemarin itu, menurut Blatter dalam pidato pengunduran dirinya itu, dia merasa tidak mendapat dukungan yang cukup kuat untuk terus menjadi Presiden FIFA. Namun begitu, dia akan tetap memangku jabatan itu hingga pemilihan Presiden FIFA yang baru telah berlangsung.

Beberapa hari sebelum pemilihan barusan, 6 pejabat FIFA ditangkap oleh polisi atas sangkaan korupsi. FBI yang memimpin penyelidikan kasus korupsi di tubuh FIFA berencana memperluas sangkaan resmi mereka ke Presiden FIFA  Sepp Blatter.

Pemilihan Presiden FIFA yang baru diramalkan akan diadakan antara 2015 ini hingga 2016.

“Setelah terpilih pengganti saya barulah saya betul-betul mengundurkan diri secara resmi,” kata Blatter.

Apakah ini merupakan bagian dari taktik kucing-kucingan menghindarkan jeratan-jeratan hukum dan sekalian mewanti-wanti jaringannya di seluruh dunia?

Tindakan Michael Platini yang dianggap plintat plintut juga sudah menjadi pembicaraan di banyak media Eropah. Mantan pemain dan pelatih kesebelasan nasional Perancis  yang sekarang menjadi Ketua Federasi Sepakbola Eropah (UEFA) awalnya sangat mengecam Blatter dan menuntut Blatter keluar dari FIFA. Namun, ketika Blatter ternyata memenangkan pemilihan barusan, wah …. dengan ramahnya serta raut wajah berbahagia Platini menyalami Blatter.

Pengunduran diri Pangeran Ali Bin Al-Husein dari pemilihan Putaran 2 juga banyak mencurigakan publik. Situasinya bisa sangat lain di Putaran 2. Artinya, dia punya kans besar memenangkan Pemilihan Putaran 2, tapi mengapa dia tiba-tiba saja mengatakan mundur dengan wajah yang sangat murung?

“Ada apa terjadi di luar sana?” demikian kira-kira publik bertanya-tanya.

Betulkah Blatter sudah mengundurkan diri atau hanya berpura-pura sambil mengulur-ulur waktu? Susah menjawabnya. Namanya saja sudah kerjaan para mafia yang tak pelak terbawa-bawa juga ke PSSI. Sudah rahasia umum.


1 COMMENT

  1. “Apakah ini merupakan bagian dari taktik kucing-kucingan menghindarkan jeratan-jeratan hukum dan sekalian mewanti-wanti jaringannya di seluruh dunia?”

    Kucing-kucingan, tepat sekali ini..
    Salah satu koran besar Italia hari ini bilang ‘raja Blatter jatuh’. Si raja jatuh tetapi kursinya masih itu-itu juga, masih utuh. Siapapun duduk disitu tetap saja ‘siraja’, artinya siraja korupsi.

    Seorang anlitik hari ini bilang bahwa aliran duit sangat besar di FIFA, dan itulah semua jadi sumber ‘malapetaka’. Dan itu aliran duit besar itu masih belum berubah, siapapun duduk atau didudukkan disitu., Sudah lama begitu, bedanya kali ini ialah adanya pran FBI yang selama ini tak pernah ikut-ikutan. FBI tak bisa menyetop aliran duit dunia, paling bisa alirannya nyimpang dikit ke markas FBI, itu saja. Aliran duit di FIFA dan olah raga internasional umumnya adalah fenomena dunia, fenomena mana sama halnya dengan semua gerakan/aliran duit tertutup lainnya tak mungkin diberantas dengan gerakan spion atau polisi. Tetapi gerakan keterbukaan, transparansi dan pengawasan publik bisa bikin perubahan, dan hanya itu yang bisa.

    MUG

Leave a Reply