Lopez Bikin Panas Maroko

1
217

LopezLORETA KAROSEKALI. AMSTERDAM. Maroko memang sebuah negara Islam, tapi rakyat negara ini mau menjadi bangsa modern yang tidak terkungkung oleh norma-norma agama. Namun, apakah memang demikian yang terjadi sebenarnya di Maroko?

Menteri Komunikasi Maroko, Mustapha Al-Khalfi, dikecam habis-habisan karena memberikan izin penyiaran konser Jennifer Lopez di Maroko.

Sebagaimana dilansir oleh BBC, dalam konser itu, Lopez dituduh menunjukkan terlalu banyak bagian-bagian tubuhnya. Para politisi menilai pakaian Lopez teralu sexy untuk dilihat warga Maroko. Menurut media setempat, Lopez berpakaian terlalu minim.

Pertentangan dalam politik Maroko semakin seru saja terkait masalah pakaian Lopez ini. Beberapa politisi mendesak Mustapha Al-Khalfi untuk mengundurkan diri dari Menteri Komunikasi.

Mustapha rupanya tidak mengetahui penyiaran konser itu di televisi dan mengakui memang pakaian Lopez terlalu minim. Ia masih berpikir untuk mengambil langkah yang tepat terhadap penyiaran konser itu.

“Siaran itu tidak dapat diterima dan melanggar hukum,” katanya.

Di dalam hukum Maroko tidak ada larangan perempuan berpakaian minim, tapi telah lama menjadi aturan tak tertulis.

lopez 2
Lopez saat temu pers sebelum tampil di Maroko

Tampaknya Maroko berada di dalam masa transisi dimana mereka ingin menjadi modern tapi politiknya masih dikuasai oleh nilai-nilai tradisional. Tidak ada gugatan terhadap konser Lopez di Maroko, tapi mereka keberatan konser itu disiarkan oleh televisi. Boleh buka-bukaan tapi jangan sampai terlihat ke ruang tamu, gitu kali, kata orang Maroko.

Contoh siaran televisi yang dipersoalkan itu dapat dilihat di bawah ini.



1 COMMENT

  1. Industri musik adalah soal penghasil duit, artinya sama dengan industri lain-lainnya. Strateginya selalu bagaimana supaya uang masuk lebih banyak, berlipat ganda. Pakaian minim atau setengah telanjang adalah salah satu cara yang mantap. Sebagian menganggap ini merusak moral bangsa, yang lain memandang ini soal expresi kebebasan perorangan, atau ini kebebasan dalam bentuk seni.

    Menunjukkan tubuh telanjang sekarang dianggap ’tabu’ padahal dulu ketika era primitif semua juga telanjang tak pakai pakaian. Ketika Karo dan juga Bali pakai pakaian bawah saja, tak ada yang mempersoalkan.
    Apakah jadi soal kalau cari duit dari situ? Memanfaatkan kebutuhan manusia cari duit? Atau kalau hal-hal itu memang merusak generasi tertentu seperti anak-anak remaja, atau memancing kejahatan seksual?

    Pornografi adalah industri sex cari duit. Di Indonesia dalam bentuk PSK, tak ada yang resmi seperti di Belanda, dimana duit pornografi jadi uang masuk negara karena dipajaki.

    Sex adalah kebutuhan fisiologis manusia, tidak akan pernah hilang selama manusia masih ada. Ketika kekuasaan muncul, duit digunakan untuk cari kekuasaan, dan sex digunakan cari duit. Dan ini sangat mantap karena kebutuhan pokok kemanusiaan tadi.

    Soal yang hakiki mungkin ialah kalau dasarnya semua untuk kesejahteraan kemanusiaan. Tetapi ini tidak banyak yang memikirkan, karena duit dan kekuasaan adalah nr 1.

    MUG

Leave a Reply